Rabu,  03 March 2021

Rakerwil Rekan Indonesia DKI

Pembangunan Preventif & Promotif Kesehatan di DKI Kurang Optimal

SN
Pembangunan Preventif & Promotif Kesehatan di DKI Kurang Optimal
Ketua KPW Rekan Indonesia DKI, Martha Tiana Hermawan (Foto: Net)

RN - Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia DKI Jakarta telah menggelar agenda rapat kerja wilayah (Rakerwil) pada minggu (17/1) di Kantor Rekan Indonesia, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ketua Kolektif Pimpinan Wilayah (KPW) Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan mengatakan, sejatinya rakerwil harus diikuti oleh pengurus langkap mulai dari KPW, KPD hingga tingkat kelurahan. Namun, ucap Tiani, lantaran dalam suasan PSBB Ketat, maka rakerwil hanya diikuti oleh pengurus KPW, Pengurus Nasional, Peninjau dari daerah penyangga serta ketua, sekretaris dan bendahara dari setiap Daerah di wilayah DKI Jakarta.

“Karena situasi pandemi dan penerapan PSBB, maka kita mematuhi aturan yang ada tanpa harus menunda agenda strategis organisasi yaitu rakerwil ini” ujar Tian di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

BERITA TERKAIT :
Corona DKI Mulai Landai, Kasus Positif Menurun, Zona Merah Hilang
Jokowi Aja Cabut Perpres Miras, Masa Ketua DPRD DKI Ogah Teken Penjualan Saham Bir

Tian mengungkapakan, agenda rakerwil dengan tema 'Perluasan dan Perkuat Organisasi Menuju Pembangunan Preventif Dan Promotif Kesehatan Berbasis Partisipasi Aktif Warga' kali ini menitik beratkan kepada perumusan membangun preventif dan promotif kesehata yang dilakukan Pemprov DKI agar lebih maksimal.

“Kami melihat bahwa selama ini pembangunan preventif dan promotif kesehatan di tengah warga yang dilakukan oleh Dinkes DKI masih kurang optimal, ini karena warga hanya dijadikan objek, sehingga tidak selaras dengan kebutuhan mendesak warga terkait masalah kesehatan dilingkungannya," jelasnya.

Lebih lanjut Tian mengungkapkan, bahwa di tengah pandemi covid-19 ini pihaknya dapat memahami betapa susah payahnya Pemprov DKI mengendalikan angka positif dengan melakukan upaya promotif protokol kesehatan. Namun, ucap Tian, apa yang dilakukan Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan tidak begitu maksimal lantaran warga tidak diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam mengendalikan covid-19.

“Bisa jadi ketidak maksimalan tersebut karena posisi warga masih diposisikan sebagai objek bukan subyek. Sehingga warga merasa tidak dilibatkan dan hanya menerima anjuran untuk menerapkan prokes, partisipasi warga tidak diwadahi dan diarahakan agar mereka bisa berbuat dan membantu pemprov DKI dalam upaya mengendalikan angka positif covid-19” paparnya

Sebagai Informasi, Rakerwil Rekan Indonesia KPW DKI memutuskan untuk menghimpun dan menggerakan partisipasi aktif warga dalam upaya preventif dan promotif kesehatan ke dalam wadah Komunitas Warga Siaga (KWS).