Senin,  12 April 2021

Jokowi Keluarkan Perpres Miras, Pabrik Bir Milik Pemprov DKI Mendadak Populer

DIS/NS/RN
Jokowi Keluarkan Perpres Miras, Pabrik Bir Milik Pemprov DKI Mendadak Populer

RN - Presiden Jokowi melegalkan investasi minuman keras melalui Perpres Nomor 10 Tahun 2021. Pabrikan bir milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Delta Djakarta Tbk mendadak populer.

Seperti diketahui, Pemprov DKI memegang saham sebanyak 26,25 persen atas PT Delta Djakarta Tbk. Pemrpov DKI telah memiliki perusahan bir tersebut sejak 1970 di era Gubernur Ali Sadikin.

Dikutip dari situs Delta Djakarta, perseroan memiliki pabrik bir di Bekasi Jawa Barat. Pabrik tersebut memproduksi berbagai jenis brand miras seperti Anker Beer, Anker Lychee, Anker Stout, Carlsberg, Kuda Putih, San Miguel Light, San Miguel Pale Pilsen, dan San Miguel Cerveza Negra. Pada tahun 2017, Delta Djakarta melakukan ekspor bir ke Timor Leste.

BERITA TERKAIT :
Mantan Bos Bursa Efek Sarankan Saham Bir Dijual, Prasetyo Harusnya Setujui
PKS Desak Ketua DPRD DKI Jual Saham Bir, Bisa Bangun 20 RS dan 40 Sekolah

Secara kinerja keuangan, Delta Djakarta memiliki catatan positif. Namun, perusahaan bir ini mengalami penurunan pendapatan selama pandemi. Pada kuartal III 2020, penjualan Perseroan tercatat Rp 349,07 miliar atau turun 42,36 persen. Hal serupa juga terjadi pada laba bersih, yakni dari Rp 220,92 miliar di kuartal III 2019 menjadi Rp 70,68 miliar di kuartal III 2020.

Adapun asal muasal perusahaan bir ini adalah sebuah perusahaan asal Jerman, Archipel Brouwerij NV. Perusahaan ini berdiri di era zaman penjajahan Belanda.

Sekitar tahun 1940, pemerintahan Hindia Belanda mengambil alih perusahaan ini dan mengganti namanya menjadi NV De Oranje Brouwerij. Saat Indonesia dijajah Jepang, pabrikan bir ini ikut diambil alih. Pada 1945, saat Jepang minggat dan Eropa kembali, perusahaan asal muasal Delta ini kembali diambil Belanda.

Di era nasionalisasi pada 1957, perusahaan ini diambil oleh negara. Pada 1964, kepemilikan perusahaan diserahkan ke pemerintah Jakarta. Namanya pun berganti menjadi PT Budjana Djaja.

Baru pada 1970, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Delta Djakarta di era Gubernur Ali Sadikin. Demi melakukan ekspansi, Delta Djakarta mulai go public dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 1984.

Pabrikan bir ini kini menjadi salah satu anak usaha dari San Miguel Corporation, Filipina setelah perusahaan multinasional itu masuk pada 1990. Perusahaan itu juga yang memiliki saham mayoritas, yaitu sebesar 73,75 persen.

Saat ini, Delta Djakarta memproduksi sejumlah merek bir terkenal, seperti Anker Beer, Anker Stout, Kuda Putih dan Carlsberg Beer. Sebagian besar produksi didistribusikan di pasar lokal. Pabrikan bir ini ini terletak di Bekasi, Jawa Barat.

#delta   #bir   #miras