Sabtu,  17 April 2021

Dicurhati Warga Jati Rahayu Soal Banjir, DPRD Minta Pemkot Bekasi Pantau Pengembang

Yudhi
Dicurhati Warga Jati Rahayu Soal Banjir, DPRD Minta Pemkot Bekasi Pantau Pengembang

RN- Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, dr. Janet Aprilia Stanzah mengatakan banyak hunian baru menjadi penyebab banjir dan genangan di kota Bekasi.

Kata Janet, para pengembang hunian baru kurang memikirkan persoalan sistem  drainase, sehingga akhirnya berdampak kepada lingkungan sekitar saat musim penghujan terlebih dengan curah tinggi.

" Pembanguan hunian baru gak punya sistem drainase baik bahkan banyak pula saluran air dipersempit. Jadi kalau hujan dan debit air yang tinggi melebihi daya tampung saluran air, warga cenderung meninggikan batas masuk hunian, akibatnya banjir dan genangan air seperti sekarang ini," terang politisi asal Fraksi PDI Perjuangan, Sabtu (6/3/2021).

BERITA TERKAIT :
PMII Putri Kota Bekasi Desak DP3A dan Polres Serius Tangani Kasus Pelecehan
Kerukan Tanah Jadi Kobakan Air, Banjir Cipinang Dampak GBK

Menurut Janet, meski meninggikan batas masuk hunian menjadi solusi instan agar menghindari air hujan tidak masuk kompleks hunian, namun hal ini menimbulkan penyebab masalah baru.

“ Memang biaya rendah kalau meninggikan batas hunian dari pada harus memperbaiki saluran drainase, tapikan itu menimbulkan masalah baru diantaranya, berdampak  genangan air di Jalan Raya, resiko kerusakan jalan, kemacetan lalu llintas,” papar Janet saat mendengarkan keluhan warga di Jalan Raya Hankam RW.08, Kelurahan Jati Rahayu.

Janet, meminta para pengembang tidak saja memikirkan keuntungan bisnisnya semata tapi juga harus memikirkan dan membangun sistem drainase yang baik di lingkungannya saat membangun hunian.

"Perangkat Kepemerintahan setempat tidak boleh abai tetapi harus menertibkan pengembang dalam melaksanakan pembangunan hunian baru agar tidak mengakibatkan masalah baru bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya," tegasnya.