Rabu,  04 August 2021

Menkes Sebut Corona Bisa Meledak, Makanya Bro Pakai Masker Jangan Sok Kebal Dah? 

NS/RN
Menkes Sebut Corona Bisa Meledak, Makanya Bro Pakai Masker Jangan Sok Kebal Dah? 
Menkes Budi Gunadi Sadikin.

RN - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan warning. Dia mengungkap Corona bisa meledak.
Hal ini berkaca pada sejumlah negara selain India 'meledak' usai mutasi baru ditemukan meningkat. Pasalnya, dari empat mutasi COVID-19 yang diwaspadai dunia, tiga di antaranya sudah masuk Indonesia.

"India naik, Thailand naik, Singapura naik, negara Eropa semua naik karena ada mutasi baru. Mutasi baru itu dari empat yang bahaya, tiga sudah masuk indonesia, (Corona B117, Corona B1617, Corona B1351)," jelas Menkes Budi dalam siaran pers Selasa (18/5/2021).

"Yang masuk Indonesia sudah ada 26 yang sudah teridentifikasi," lanjutnya.

BERITA TERKAIT :
Sehari Puluhan Orang Wafat, Zona Merah Di Lampung Meluas 
Dari Level 3 Naik Jadi 4, Ini Zona Merah Jabar 

Budi mewanti-wanti penularan kasus mutasi baru Corona diyakini sangat tinggi. Pasalnya, sejauh ini, kasus mutasi COVID-19 yang tercatat terus meningkat.

Mutasi baru Corona hampir tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Di Jawa Barat sendiri, kata Budi, sudah ada dua kasus baru mutasi Corona yang berasal dari pekerja migran Indonesia.

"Di Jabar ada 2 di daerah Karawang itu dari middle east datang dari pekerja mugran indonesia dr malaysia dari Saudi Arabia,"

"Kecepatan penularannya tinggi itu kita mesti hati-hati, dari minggu lalu 16 naik jadi 26," bebernya.

Ia mengaku bisa saja terjadi ledakan kasus Corona, seperti yang terjadi di sejumlah negara lainnya. Maka dari itu, ia mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan testing dan tracing seagresif mungkin.

Sementara masyarakat, dihimbau Budi, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Corona dan tak mengabaikan risiko mutasi baru Corona yang mungkin saja sudah menyebar lebih jauh tetapi belum terdeteksi.

"Untuk dinas kesehatan testing dan tremacingnya harus banyak, testingnya, itu kasus Corona bisa meledak. Kita perlu agresif testing supaya tahu dia di mana (mutasi Corona baru)," tutupnya.