Senin,  20 September 2021

Waktu Pilkada Mesra, Pas Menang Sahrul Gunawan Hanya Dicuekin Bupati Bandung 

NS/RN/NET
Waktu Pilkada Mesra, Pas Menang Sahrul Gunawan Hanya Dicuekin Bupati Bandung 

RN - Sahrul Gunawan merasa ditinggal. Wakil Bupati Bandung ini seperti dicuekin oleh Bupati Bandung, M. Dadang Supriatna.

Kini hubungan keduanya mulai retak. Padahal saat pilkada, Sahrul selalu jalan bareng dengan Dadang. Tapi setelah menang, artis senetron itu ditinggal.

Setelah dua hari menghilang, Sahrul Gunawan pun muncul ke publik. Ahrul muncul di Kantor BKPSDM Kabupaten Bandung, Jumat (30/7/2021) sore, untuk melihat kesiapan penerimaan CPNS.

BERITA TERKAIT :
Sahrul Dicueki Bupati, Ini Penyebab Kepala Daerah Retak Usai Dilantik 

Saat dijumpai usai melihat kesiapan penerimaan CPNS, Sahrul mengaku ingin bekerja secara profesional karena merasa digaji oleh rakyat. "Salah jika saya ini hanya sebagai vote gater di Pilkada Kabupaten Bandung, karena dengan menjadi wakil bupati ini saya sudah melepas dunia artis dan bisnis," kata Sahrul.

Dia juga meminta maaf kepada masyarakat, terkait munculnya kabar miring yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dalam situasi saat ini, Sahrul menegaskan akan terus bertugas melayani masyarakat sesuai dengan kemampuannya, meskipun tidak dilibatkan oleh Bupati Bandung.

Menurutnya, pasangan kepala daerah seharusnya kompak dalam melayani masyarakat, apalagi saat ini kondisinya sedang menghadapi pandemi Covid-19.

"Namun, saya tidak pernah dilibatkan dalam banyak hal, terutama dalam penanganan Covid-19. Saya juga tidak dilibatkan dalam Musrenbang, semua serba tertutup," ujarnya.

Saat ini dia bekerja sendiri semampunya, mulai dari membagikan sembako untuk masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, dia juga terus melakukan sosialisasi PPKM darurat.

Sahrul juga minta maaf kepada masyarakat, terkait kondisi yang terjadi. Baginya saat ini yang terpenting adalah mengevaluasi dan instropeksi diri, serta fokus dalam kerja-kerja untuk melayani masyarakat yang mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19.

"Ini bukan lagi pentas politik. Perlu kedewasaan dalam berpikir, bertindak, dan bersikap. Saya sementara berjalan sendiri saja, dan terus berkomunikasi dengan masyarakat. Apabila ada masukan-masukan tentunya akan saya sampaikan kepada beliaunya," tuturnya.