Minggu,  24 October 2021

PON XX Papua 2021

FPPJ: DKI Menang Dibully, DKI Kalah Juga Kena Bully  

NS/RN
FPPJ: DKI Menang Dibully, DKI Kalah Juga Kena Bully  
Ilustrasi

RN -  Perhelatan PON bakal ditutup pada tanggal 15 Oktober 2021. Perolehan medali tetap dipimpin Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim). 

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah alias Rian meminta semua pihak bisa menerima hasil akhir PON. Kata dia, dalam pertandingan hanya dua yakni kalah dan menang. 

"Apapun hasil DKI pasti dibully. DKI menang ya kena bully, DKI kalah juga kena bully. Karena, ada gerakan buzzer yang ingin merusak nama Anies," tegas Rian kepada wartawan, Kamis (14/10). 

BERITA TERKAIT :
Lagu 'Aku Papua' Di PON Yang Kini Jadi Masalah 
Lagu Pembukaan PON 'Aku Papua' Digugat Istri Franky Sahilatua 

Rian berharap pasca PON tidak ada lagi saling menyalahkan. Karena, dalam mencetak atlet kelas dunia semua pihak harus bahu membahu membantu. 

"DKI saat memimpin perolehan klasemen medali saja kena bully apalagi ini kalau tiga besar. Buzzer-buzzer itu bergerak dan memang ingin merusak citra DKI Jakarta yang saat ini berjalan baik," terang Rian. 

Rian tidak menyebut siapa para pemain buzzer tersebut. "Sudahlah capek kalau bully dibalas bully. Mungkin kerjaan mereka itu ya membully, kalau tidak membully pasti tak dapat makan," ungkap Rian.

Hingga Kamis (14/10) malam, perolehan medali untuk Jabar meraup 335 medali yakni 126 emas, 97 perak dan 112 perunggu. Jatim 106 emas, 86 perak dan 79 perunggu dengan total 271 medali.

Sementara DKI Jakarta, 100 emas, 87 perak dan 96 perunggu dengan total 283 medali. Papua 89 emas, 61 perak dan 99 perunggu. Bali 28 emas, 23 perak dan 50 perunggu dengan total 101 medali. 

"Saya harap semua pihak termasuk DPRD DKI tidak asal ngoceh karena bisa melukai hati atlet yang sudah berjuang di PON untuk mengharumkan nama ibukota," tambah Rian.