Selasa,  25 January 2022

Marak Pelcehan Seksual, Kenapa Depok Tidak Aman Buat Anak?

NS/RN
Marak Pelcehan Seksual, Kenapa Depok Tidak Aman Buat Anak?
Ilustrasi

RN - Pelecehan terhadap anak di bawah umur masih saja terjadi. Di Depok, Jawa Barat kasus pelecehan naik.

Pada tahun 2021 Kejaksaan negeri depok menerima 43 surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait perkara pidana dengan korban anak.

Beberapa ahli psikologi menilai, aksi pelcehan anak karena kurangnya orangtua memperhatikan keseharian anaknya. Untuk itu, orangtua diminta bisa melihat perubahan perkembangan fisik anak. 

BERITA TERKAIT :
17 Pegawai Positif Covid-19, PN Depok Ditutup
Kasus Anak Pendek di Pekanbaru Akibat Faktor Ekonomi

Dari hasil kajian, anak yang menjadi korban pelecehan biasanya memiliki tanda, sering mimpi buruk hingga susah tidur. Kehilangan konsentrasi dan sulit menerima pelajaran.

Kesulitan mengendalikan emosi. Sangat tertutup atau menarik diri dari lingkungan sekitar dan terlihat sedih, cemas, atau takut berlebihan.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu data peningkatan kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kota Depok selama 6 bulan terakhir. Untuk rincianya selama 6 Bulan terakhir pada tahun 2021 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan Korban anak. 

Pada Juli Kejaksaan menerima 1 SDPD, Agustus 3 SDPD, September 4 SDPD, Oktober 4 SDPD, dan November 9 SDPD. 

Sementara itu, SPDP yang diterima sebelumnya sampai akhir September adalah 31 SPDP. Adapun peningkatan penerimaan SPDP dengan korban anak sebanyak 13 kasus pada Oktober dan November.