Sabtu,  28 May 2022

Ramai Protes Konten Podcast LGBT Deddy Corbuzier, Jangan Coba-coba Deh Kampanye Di Sini 

Tori
Ramai Protes Konten Podcast LGBT Deddy Corbuzier, Jangan Coba-coba Deh Kampanye Di Sini 
Deddy Corbuzier/podcast Youtube

RN - Kritik bahkan kecaman mengalir atas penayangan podcast dengan pasangan LGBT di channel Youtube artis yang juga presenter Deddy Corbuzier. 

Walau video sudah di-takedown dan bersangkutan meminta maaf, banyak pihak menilai bahwa tayangan tersebut termasuk bentuk kampanye dan propaganda LGBT. 

“Saya tidak mengetahui seperti apa pemahaman Saudara Deddy Corbuzier tentang kerasnya penolakan umat baik tentang praktik LGBT itu sendiri maupun kampanye atau propagandanya. Sebagai orang cerdas harusnya dia paham bahwa konten seperti ini akan mendapat protes keras," ujar Fahira dalam keterangannya, Rabu (11/5/2022). 

BERITA TERKAIT :
Daripada BIkin Njelimet, Masa Jabatan Anggota KPU Daerah Diperpanjang
Fahira Idris Kenang Alm Fahmi Idris: Belajar Pekerjaan Sepanjang Hayat

Namun demikian, terlepas dari itu semua, menurut Fahira, sikap Deddy Corbuzier meminta maaf dan men-take down videonya patut diapresiasi. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada warganet yang sangat kritis terhadap persoalan ini. Saya berharap ke depan Saudara Deddy lebih bijak,” tuturnya. 
 
Fahira mengungkapkan, di banyak negara termasuk di Indonesia upaya pihak-pihak tertentu mempromosikan LGBT dengan pesan utama menyukai sesama jenis dan perilaku seks menyimpang adalah hal yang wajar, terutama kepada remaja sangat gencar. Namun, sebagian besar dari kita tidak menyadarinya karena memang kampanye tersebut menggunakan berbagai platform populer terutama melalui media internet yang dikemas melalui konten-konten populer. 

Bahkan ada beberapa yang mengemasnya lewat media populer yang disukai anak dan remaja misalnya film, musik, bahkan lewat komik dan animasi.

"Indonesia berbeda dan akan terus berbeda dengan beberapa negara di dunia yang saat ini tidak mempersoalkan LGBT bahkan melegalkan pernikahan sejenis walau sebelumnya negara-negara tersebut melarang keras praktik LGBT,"

Untuk itu, ia menegaskan jangan coba-coba melakukan propaganda agar bangsa ini mengubah pandangan agama, tatanan sosial, etika, norma dan nilai untuk beradaptasi atas praktik LGBT, karena sudah pasti akan mendapat penolakan keras.

Dengan kemajuan teknologi informasi yang luar biasa ini, ia melihat kampanye atau propaganda bahwa praktik LGBT adalah sesuatu yang wajar bertebaran di berbagai platform. "Ini sudah menjadi sebuah kampanye global. Untuk itu kita harus terus waspada, jaga diri dan keluarga,” pungkasnya.