Sabtu,  20 August 2022

Tokoh Betawi Jadi Nama Jalan, Anies Membangun Rasa Bangga Warga

Tori
 Tokoh Betawi Jadi Nama Jalan, Anies Membangun Rasa Bangga Warga
Anggota DPD RI, Fahira Idris/dok pribadi

RN - Anggota DPD RI mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meresmikan perubahan 23 nama jalan di DKI Jakarta dengan nama-nama tokoh Betawi. 

Bagi Fahira, selama memimpin Jakarta, Anies mampu merealisasikan konsep pembangunan kota yang komprehensif karena tidak sekedar fisik tetapi juga membangun rasa bangga warga Jakarta akan kotanya.

Senator Jakarta ini mengungkapkan, perubahan 23 nama jalan di DKI Jakarta ini adalah salah satu dari sekian banyak program Anies dalam pembangunan dan pengembangan budaya Betawi. 

BERITA TERKAIT :
Citayam Fashion Week Dipuji Senator: Anies Berhasil Memimpin Jakarta!
Perubahan Nama Jalan Jadi Tokoh Betawi Diprotes Warga, DPRD Mau Bentuk Pansus

Selain telah meresmikan Museum Kebudayaan Betawi Taman Benyamin Sueb dan pembangunan Pusat Budaya Betawi di Setu Babakan, Pemprov DKI Jakarta juga menghelat pagelaran seni budaya Betawi sepanjang tahun. Bahkan penggantian istilah HUT menjadi hajatan pada ulang tahun yang 495 Jakarta agar istilah tersebut mencerminkan masyarakat Betawi.

“Mengganti puluhan nama jalan dengan nama tokoh-tokoh Betawi, bukan hanya bentuk terima kasih dan apresiasi atas jasa masyarakat Betawi untuk Jakarta, tetapi mengisyaratkan bahwa walau Jakarta sudah menjadi kota global, kearifan lokal tetap menjadi yang terdepan," ujar Fahira yang juga Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), dalam keterangannya. 

Ia melihat sosok, kiprah, perjuangan dan konsistensi para tokoh Betawi ini diabadikan agar sampai kapan pun menjadi memori dan inspirasi warga Jakarta.  

Menurut Fahira, pembangunan komprehensif yang terjadi di Jakarta selama empat tahun lebih ini, telah mampu menghadirkan keseimbangan dan keadilan. 
Pembangunan fisik yang berorientasi kepentingan publik yang dilengkapi dengan pembangunan nonfisik yang membangkitan kebanggaan dan rasa memiliki warga terhadap kotanya membuat denyut keharmonisan terjalin di Jakarta.

“Salah satu kontribusi penting masyarakat Betawi tidak hanya bagi Jakarta tetapi juga Indonesia adalah menjadikan Jakarta kota terbuka dan setara bagi siapa saja. Masyarakat Betawi menjadi simpul perekat kemajemukan Jakarta. Tokoh-tokoh Betawi bersama para tokoh lainnya mampu menjaga harmoni kota ini, yang beberapa kali sempat diuji dengan isu-isu yang tidak berdasar,” tutur Fahira Idris.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan 23 nama tokoh Betawi menjadi nama jalan di sejumlah wilayah Ibu Kota. Peresmian dilaksanakan di Perkampungan Budaya Betawi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2022) sore. Nama tokoh Betawi yang diresmikan jadi jalan mulai dari seniman hingga alim ulama.