Selasa,  29 November 2022

Bikin Refleksi 5 Tahun

PDIP DKI Gak Bisa Move On Nih, Masih Aja Hobi Bully Anies

BCR
PDIP DKI Gak Bisa Move On Nih, Masih Aja Hobi Bully Anies

RN - Partai PDI Perjuangan memberikan catatan terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan selama 5 tahun terakhir. Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menilai banyak janji dan program Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak jelas wujudnya.

"Jika dilihat dari pencapaian RPJMD 2017-2022, banyak janji dan program yang tidak jelas wujudnya dan kinerjanya sangat buruk. Bisa dikatakan bahwa Pak Anies adalah Gubernur 0 persen, yang cuma indah di kata-kata dan rencana," ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, Kamis (13/10/2022). 

Dari paparan yang disampaikan, Gembong merinci 23 janji Anies Baswedan lengkap dengan capaiannya. Hanya sedikit item saja yang dinilai mencapai target, salah satunya soal integrasi transportasi. 

BERITA TERKAIT :
Deklarasi Anies Bawa Berkah, NasDem Geser Golkar
Relawan Siap Melawan, PDIP: Jangan Dorong-Dorong Jokowi 

Namun, sebagian besar item janji Anies Baswedan lainnya dinilai nol persen alias tidak tercapai. 

Beberapa contoh kinerja yang sangat buruk adalah sebagai berikut:

- Normalisasi sungai: 0%

- Naturalisasi sungai: 0% 

- Pembangunan LRT Jakarta oleh BUMD PT Jakpro: 0% 

- Pembangunan LRT KPDBU: 0%

- Ambil alih air bersih dari swasta: 0% 

- Pembangunan ITF dalam kota: 0% 

- Pemipaan air bersih SPAM Jatilihur: 0%

- Membangun Science Park: 0%

- Electronic Road Pricing (ERP): 0%

- Fasilitas Park & Ride: 0%

- Taman Pintar: 0% (dari target 175 lokasi)

- Rumah DP 0 Rupiah: 2.332 unit dari target 232.214 (1%)

- Rumah aman: 4 unit dari target 267 (1,5%)

- Wirausahawan OK OCE: 6.000 dari target 200.000 (3%)

"Selain itu,  jika dilihat kebijakan dan pengambilan keputusan, ada banyak kemunduran di era Pak Anies," lanjut Gembong.

Berbagai kemunduran tersebut diantaranya menutup akses ke website anggaran (ebudgeting), video rapat tidak diupload ke Youtube hingga menolak warga yang mengadu ke Balai Kota. 

"Selain itu, Anies juga menghambat akses informasi kepada wartawan, melanjutkan reklamasi Pulau L dan Pulau K di Ancol serta dugaan terjadi korupsi Rp 152 M di pengadaan lahan DP 0 Rupiah dan melanggar janji tidak akan menggunakan dana KLB dari swasta," ungkapnya. 

"Selama 5 tahun ini Anies banyak membuang-buang waktu dengan memprioritaskan estetika kota. Beliau lupa membangun infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga, misalnya untuk mengatasi masalah air bersih, kemacetan, dan banjir," tambah Gembong