Senin,  17 June 2024

Sindiran Megawati Untuk PDIP DKI, Coba Cek Rakyat Yang Di Kolong Jembatan 

RN/NS
Sindiran Megawati Untuk PDIP DKI, Coba Cek Rakyat Yang Di Kolong Jembatan 

RN - Pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di acara HUT ke-50 penuh dengan makna. Secara khusus Mega menyindir para kader Banteng di Jakarta. 

Mega mengaku merasa aneh dengan rakyat yang tidur di kolong jembatan tapi tidak tersentuh oleh pemerintah. "Ini tolong toh ya, diperhatikan jangan coba-coba, Ibu akan pantau terus," tegas Mega dikutip dalam pidatonya yang viral di media sosial pada Kamis (12/1). 

Bahkan Mega sempat meminta kepada kader  PDIP di Jakarta untuk berdiri. Dari pantauan, banyak kader PDIP yang duduk di legislatif hanya datang saat rapat lalu pulang. 

BERITA TERKAIT :
Duet Anies-Kaesang, PDIP Jakarta Ancam Bikin Koalisi Sendiri 
Kaesang Ogah Kalah, Kebelet Duet Dengan Anies Pimpin Jakarta 

Diketahui, kader PDIP di Kebon Sirih berjumlah 25 orang. Fraksi PDIP saat ini dipimpin oleh Gembong Warsono yang juga Sekretaris PDIP DKI Jakarta.

Mega mengingatkan para kader PDIP untuk taat aturan. Dia mengatakan tak ragu-ragu akan memecat kader yang melanggar aturan partai.

Menurutnya, aturan partai harus dimasukkan ke dalam hati dan pikiran, sehingga bisa selaras dalam sikap.

"Kita diparingi loh sama Gusti Allah loh, bisa jadi begini loh. Jadi kalau saya dengan segala hormat saya, kalau ada anak buah yang sudah di dalam aturan partainya harus sampai tingkat pemecatan, saya teken, jreet. Jadi jangan bikin tangan ibu ini untuk membuat itu," kata Mega.

Mega menjelaskan bahwa saat ini dia telah membuat peraturan baru. Dia membuat aturan untuk kader yang tidak taat peraturan partai, dipersilakan untuk mengundurkan diri.

"Lah sekarang saya bikin aturan baru, supaya ya sudah kalau kamu gitu mundur aja," ujarnya.

Mega meminta kader PDIP blusukan ke masyarakat. Ia lagi-lagi mengancam akan memecat kader yang tak mau mematuhi instruksinya ini.

Mega pun meminta kader mencontoh kegigihan Presiden Jokowi saat melakukan blusukan.

Ia percaya blusukan adalah cara menghimpun dukungan masyarakat. Dia berkata turun ke rakyat dapat menggaet pemilih-pemilih yang selama ini belum mendukung partai tertentu.

"Jadi, Ibu mesti apa dong? Hayo jawab sendiri. Ibu mesti apa?" ucap Mega.

"Pecat," jawab para kader.

"Ya karena tidak menjalankan instruksi partai," kata dia.

Mega ingin para kader PDIP peduli dengan rakyat miskin. Dia ingin para gelandangan, khususnya di DKI Jakarta, diurus dan diberi tempat yang lebih layak.

Dia memberikan peringatan keras kepada para kader di DKI. Mega tak mau jika kadernya sibuk memperkaya diri.

"Yang dipikir hanya gimana mau kaya, bagaimana menjadi ini dan untuk berkuasa. Kalau itu, mohon maaf, dengan segala hormat lebih baik mundur dari PDI Perjuangan," ujar Mega.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada anggota DPRD Fraksi PDIP yang berani berkomentar. "Kena semprit saya kalau komentar. Yang pasti kita ikuti intruksi Bu Mega, itu saja," ungkap politisi Banteng yang namanya enggan disebutkan.