Minggu,  23 June 2024

Geser SYL, Buwas Jadi Menteri Pertanian Mencuat

RN/NS
Geser SYL, Buwas Jadi Menteri Pertanian Mencuat
Mentan SYL dan Buwas.

RN - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso disebut-sebut sebagai salah satu calon menteri. Namanya muncul setelah isu reshuffle yang akan dilakukan Jokowi.

Mantan Kabareskrim yang biasa disapa Buwas itu kabarnya bakal diplot menjadi Menteri Pertanian (Mentan). Saat ini posisi itu diduduki oleh kader NasDem, Syahrul Yasin Limpo alias SYL.

PDIP sebagai penyokong utama Jokowi sudah menghembuskan SYL agar didepak dari kabinet. Sinyal Buwas bakal menjadi Mentan adalah saat dia diundang Jokowi untuk rapat terbatas (Ratas) di Istana Negara.

BERITA TERKAIT :
PPP Jadi Parpol Gurem, Sandi Ngaku Siap Didepak Jokowi 
Dugaan Pelicin Predikat WTP dan Gaya Hedonis, Komunikolog: Bos-bos BPK Harus Diaudit

Ratas soal ketahanan pangan itu tidak dihadiri oleh SYL. Buwas dan SYL juga pernah berseteru soal beras impor.

Buwas sebdiri saat ditanya soal dirinya disebut-sebut sabagai Mentan hanya diam. Pasca ratas dengan Jokowi, Buwas memang langsung mengebrak.

Dia sidak di Jakarta. Alhasil, Buwas menemukan adanya permainan mafia beras di gudang milik BUMD DKI Jakarta yakni PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur pada Jumat, 3 Januari 2023. Di dua lokasi gudang, Buwas menemukan sejumlah barang yang diduga menjadi bukti keberadaan mafia beras.

Buwas juga mengatakan utang BUMN tersebut telah turun dari Rp32 triliun ke Rp7 triliun sejak ia memimpin. Artinya, utang Bulog turun Rp25 triliun.

Buwas menceritakan saat di awal dirinya menjabat sebagai direktur utama pada 2018, Bulog memiliki utang Rp32 triliun dan kerugian Rp1,7 triliun. Ia mengklaim utang itu turun dan Bulog tidak lagi mengalami kerugian sejak 2021.

"Saya akhirnya bisa membuktikan bahwa Bulog itu tidak rugi. Mulai 2021 kemarin, saya sudah bisa membukukan keuntungan. Walaupun masih terlalu kecil, tapi kerugian sudah tidak ada, bahkan uangnya dari Rp32 triliun tinggal Rp7 triliun per hari ini," ujarnya di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (3/2).

Buwas menyebut Bulog berhasil meraup keuntungan sebesar Rp267 miliar pada 2021. Ia yakin Bulog berhasil meraup untung di atas angka tersebut pada 2022. Namun, data keuntungan Bulog 2022 disebut masih diaudit dan diperkirakan akan selesai pada Februari mendatang.

Buwas mengatakan jabatannya sebagai direktur utama akan berakhir dua bulan ke depan. Ia pun bercanda hanya akan menikmati waktu untuk santai saat ditanya kegiatan apa yang ia lakukan usai tak lagi menjabat jadi dirut Bulog.

"Ya sudah selesai lah, mau main-main sama wartawan saja, jalan-jalan," ujar Buwas.

Data Beras

Tegang Bulog dan Kementan soal data beras sempat heboh. Kementan berkukuh bahwa hasil produksi beras di dalam negeri masih sangat mencukupi kebutuhan domestik.

Perum Bulog pun tak kalah lantang mengatakan data Kementan tak sesuai fakta di lapangan. Awalnya, Kementan memastikan produksi beras nasional dalam kondisi aman hingga akhir tahun.

Kementan memperkirakan produksi periode Oktober-Desember 2022 mencapai 10,24 juta ton gabah kering giling (GKG) atau jika dikonversikan ke beras sekitar 5 sampai 6 juta ton.

Artinya, pada tahun ini diperkirakan surplus beras mencapai 1,8 juta ton. Apabila ditambah surplus tahun sebelumnya, jumlah surplus tersebut mencapai 5,7 juta ton beras.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yakin pasokan beras domestik aman. "(Stok beras) Aman, dong. Kamu mau berapa ton? Mau beli berapa, ayo," ucapnya saat ditemui Tempo di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Oktober 2022.

Namun klaim Kementan soal surplus beras mengundang pertanyaan lantaran harga beras dan gabah kering panen justru naik. Badan Pangan Nasional mencatat harga gabah kering panen atau GKP naik sebesar 15,7 persen dan harga beras medium naik 4,26 persen.