Kamis,  18 April 2024

Ketua DPRD Milik PDIP Lagi

Jakarta Masih Lumbung Banteng, Gerindra & PAN Remuk? 

RN/NS
Jakarta Masih Lumbung Banteng, Gerindra & PAN Remuk? 
Ilustrasi

RN - Warga Jakarta masih setia dengan PDIP. Pemilu 2014 dan 2019, partai berlambang Banteng terus unggul di ibu kota.

Nah untuk Pemilu 2024, PDIP diprediksi masih mendapatkan dukungan tertinggi. PDIP akan dibayangi Demokrat dan PKS. 

Sementara Partai Gerindra yang pada Pemilu 2019 berada diurutan kedua terancam anjlok. Partai yang kini dipimpin mantan Wagub DKI Ariza itu tergeser oleh Demokrat dan PKS. 

BERITA TERKAIT :
Ariza Jangan Mau Jadi Ban Serep Zaki, PKJ: Manuver Golkar DKI Cuma Bikin Geli Doang 
Panasi Nama Kaesang Jadi Gubernur DKI, Emang Bisa PSI Lawan Mesin PDIP Dan PKS?

Data itu terungkap dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dalam rilis LSI menyebutkan, kalau PDIP bakal meraup 23 persen suara, Demokrat 19,5 persen, PKS 10,4 persen, Gerindra 8,2 persen, NasDem 5,5 persen, PAN 1,8 persen dan PSI 1,3 persen. 

Partainya lainnya masih di bawah 1 persen. Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan PDIP partai dengan tingkat keterpilihan tertinggi dari partai-partai lainnya.

Rilis LSI itu hasil survei nasional ‘Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Penegak Hukum, Isu Piala Dunia U-20, Aliran Dana Tak Wajar di Kemenkeu, Dugaan Korupsi di BTS, dan Peta Politik Terkini’, Minggu (9/4/2023).

Survei ini juga menunjukan basis partai berdasarkan sosio-demografi. Di Sumatera, dukungan paling tinggi yakni Golkar, PDIP, dan Gerindra. 

Sedangkan di Banten merupakan basis untuk Gerindra, PDIP, PKS, dan Nasdem. Di DKI Jakarta, dukungan tertinggi sementara ini kepada PDIP, disusul Demokrat, PKS, dan Gerindra; serta di Jawa Barat dukungan cenderung merata antara Gerindra, PDIP, dan PKS.

Survei LSI ini dilakukan pada 31 Maret sampai 4 April 2023. Sebanyak 1.229 responden terlibat dalam survei ini. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) yakni teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. 

Margin of error survei ini diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.