Rabu,  17 April 2024

Diduga 'Sunat' Honor Pantarlih.? Ketua KPPS Bakal Dilaporkan PMII Kota Bekasi ke DKPP

YDH/HW
Diduga 'Sunat' Honor Pantarlih.? Ketua KPPS Bakal Dilaporkan PMII Kota Bekasi  ke DKPP
Ilustrasi/net

RN - Diduga 'sunat' (potong) honor anggota Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), Ketua panitia pemungutan suara Kelurahan Pejuang, Kota Bekasi terancam dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Rencana aduan ke DKPP itu akan dilakukan oleh Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bekasi yakni Yusril.

Ditegaskan Yusril, dalam kasus dugaan pemotongan upah Pantarlih, dirinya akan terus melakukan pengusutan.

BERITA TERKAIT :
Hasyim Asy'ari Sering Melanggar, DKPP Disentil MK Soal Buang Ketua KPU 
Bakal Jadi Sorotan, Pilkada DKI Jadi Loncatan Untuk Rebut Kursi Presiden 2029 

"Saya akan terus mengusut tuntas terkait dengan dugaan pemotongan honor pantarlih,"tukasnya, Jumat(05/05/2023).

Yusril menyebutkan, oknum yang diduga melakukan pemotongan honor pantarlih tersebut merupakan salah satu anak pejabat di Kota Bekasi.

"Setelah saya mendapatkan informasi, ternyata Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Pejuang merupakan anak dari Kepala Dinas yang masih menjabat di Pemerintahan Daerah Kota Bekasi," ucapnya.

Dilainsisi, ramainya pemberitaan tentang dugaan penyunatan honor Pantarlih, setelah mencuat kabar adanya curhatan salah satu petugas yang mengaku dipotong upahnya sebesar Rp.50 ribu pada Jumat(14/04/2023).

Sebelumnya juga perihal ramainya kabar adanya pengakuan dari salah satu petugas Pantarlih yang upahnya dipotong.

Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni memastikan tidak ada pemotongan upah Pantarlih.

"Jumlah yang ditandatangani oleh Pantarlih sama dengan jumlah yang mereka terima. Kami dapat memastikan karena pada hari pembagian honor, KPU melakukan monitoring diseluruh Kelurahan. Mohon kalau mengetahui identitas Pantarlih yang mengaku dipotong honornya, sampaikan ke kami agar dapat kami konfirmasi," tandasnya