Jumat,  01 March 2024

Sering Dilanda Kekeringan, Jangan Beli Rumah Di 27 Kecamatan Di Bogor

RN/NS
Sering Dilanda Kekeringan, Jangan Beli Rumah Di 27 Kecamatan Di Bogor
Ilustrasi

RN - Jika Anda ingin membeli rumah sebaiknya cek dulu. Sebab, saat ini di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sedang dilanda kekeringan.

Diketahui, Bogor menjadi pilihan banyak warga yang baru saja menikah untuk mencicil rumah. Selain harganya terjangkau, Bogor menuju Jakarta juga tidak jauh. 

Diketahui, jumlah masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus meningkat. Tercatat hingga kini, sekitar 174 ribu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor.

BERITA TERKAIT :
Galau Kota Bogor Hadapi Kemacetan, Banyak Program Kutu Loncat  
Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Pasangan Lansia Mandi dan Cuci Pakai Air Sawah

"Perkiraan dampak kekeringan atau krisis air sekitar 174.770 jiwa dari 51.293 KK," kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman, dalam keterangannya, Rabu (30/8/2023).

Data tersebut tercatat per tanggal 29 Agustus 2023 kemarin. Dari jumlah tersebut, BPBD mencatat ada 27 kecamatan di Kabupaten Bogor yang terdampak kekeringan.

"Kecamatan yang terdampak yaitu Tenjo, Rumpin, Jasinga, Cigudeg, Sukajaya, Leuwiliang, Nanggung, Cibungbulang, Pamijahan, Leuwisadeng, Tenjolaya, Ciampea, Rancabungur, Cijeruk, Cisarua, Babakan Madang, Cigombong, Megamendung, Tanjungsari, Sukamakmur, Jonggol, Citeureup, Cariu, Gunung Putri, Cibinong, dan Sukaraja," ujarnya.

Sebanyak 95 desa/kelurahan dari 27 kecamatan tersebut terdampak kekeringan. Jutaan liter air bersih dibagikan kepada masyarakat untuk menanggulangi dampak jangka pendek kekeringan.

"Sebanyak 1.617.000 liter frekuensi pendistribusian air bersih," ucapnya.

Diketahui pada pekan lalu tepatnya 22 Agustus 2023, tercatat ada 100 ribu warga dari 19 kecamatan yang terdampak.

"Kecamatan terdampak Tenjo, Sukajaya, Nanggung, Jasinga, Cibungbulang, Leuwisadeng, Ciampea, Rancabungur, Ciseeng, Babakan Madang, Sukaraja, Cisarua, Cijeruk, Cigombong, Tanjungsari, Sukamakmur, Cariu, Jonggol, dan Citeureup," kata Asep, dalam keterangannya, Rabu (23/8).