Sabtu,  13 April 2024

Sosialisasi PT PGE, Melani Suharli: Penting Kesiapan Menghadapi Perubahan dunia

ERY
Sosialisasi PT PGE, Melani Suharli: Penting Kesiapan Menghadapi Perubahan dunia
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli (berdiri) dalam acara acara Sosialisasi PT PGE (Pertamina Geothermal Energy) di kawasan Blok M, Jakarta, Senin (16/10/2023) - Ist

RN – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli sukses menggelar acara Sosialisasi PT PGE (Pertamina Geothermal Energy), yang mengangkat tema 'Peran Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam Proses Transisi Energi Bersih dan Keberlanjutan', di kawasan Blok M, Jakarta, Senin (16/10/2023).

Merespon kegiatan tersebut, Melani mengatakan, sosialisasi tersebut berkesempatan memberikan wawasan konstituennya tentang kebijakan energi di Indonesia.

"Betapa penting kesiapan kita semua menghadapi dunia yang telah berkembang dan berubah. Dan kita harus berada dalam lingkaran perubahan, jika kita ingin tetap eksis," kata Melani.

BERITA TERKAIT :
Ancaman Internal-Eksternal, Melani Suharli Beberkan Tantangan Indonesia di Era Teknologi
Disaksikan AHY, Melani dan Ali Kukuhkan 3.000 Saksi Demokrat Jakarta Pusat dan Selatan

Melani menjelaskan, (PGE) merupakan sebuah perusahaan energi yang berfokus pada pengembangan, eksplorasi, dan produksi energi panas bumi di Indonesia. Sebagai bagian dari kelompok usaha PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), perusahaan ini memiliki peran strategis dalam mendukung diversifikasi sumber energi dan keberlanjutan di negara ini.

"Dengan kepemimpinan yang kuat dalam industri energi panas bumi, PGE berkomitmen untuk memanfaatkan potensi panas bumi Indonesia secara optimal. Guna menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan," ucap Melani.

Sebagai pelaku utama dalam industri energi panas bumi di Indonesia, anggota Komisi VI DPR ini membeberkan, PGE memiliki portofolio proyek yang luas dan beragam. Dengan teknologi canggih dan tim ahli yang berpengalaman, mereka mengelola rantai nilai produksi energi panas bumi mulai dari eksplorasi hingga distribusi.

"Memiliki kapasitas terpasang secara own operation sebanyak 672 MW, dan 1205 MW dari Joint Operation Contract (JOC) yang berasal dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang terbagi ke dalam 6 (enam) area operasi," tutur Melani.