Selasa,  05 March 2024

Zaki Disuruh Sewa Dukun, Jadi Caleg Aja Berat Apalagi Mimpi Kursi Gubernur DKI

RN/NS
Zaki Disuruh Sewa Dukun, Jadi Caleg Aja Berat Apalagi Mimpi Kursi Gubernur DKI
Ahmed Zaki Iskandar.

RN - Tangerang, Banten jangan disamakan dengan Jakarta. Pertarungan Pilkada DKI Jakarta di ibu kota, pastinya lebih berat, heboh dan ketat serta butuh modal besar. 

Ambisi A. Zaki Iskandar untuk merebut kursi Gubernur DKI Jakarta dinilai berat. Sebab, suara Partai Golkar di ibu kota selalu anjlok. 

Golkar pada Pemilu 2019 hanya mampu mengantarkan enam kadernya ke Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih. Jumlah itu turun, karena pada Pemilu 2014, partai beringin itu mampu merebut sembilan kursi DPRD dengan total suara sekitar 376.221.

BERITA TERKAIT :
HBH Masih Malu-Malu Maju Pilkada DKI, Nunggu Jago Dari PDIP Dan PKS? 
Zaki Disebut Airlangga Akan OTW Jakarta, Tapi Bos Golkar Tidak Ucap Nama

Peluang mantan Bupati Tangerang itu sempat kandas saat Golkar memberikan tiket dukungan kepada eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Tapi belakangan Ridwan Kamil memilih Pilkada Jabar ketimbang DKI Jakarta. 

Mundurnya Ridwan Kamil kembali membuka peluang Zaki. "Zaki kan sempat mati dan kini hidup lagi. Karena Ridwan Kamil menolak di Jakarta," tegas pengamat politik Tamil Selvan kepada wartawan, Minggu (26/11). 

Tamil menilai, peluang Zaki berat untuk memenangkan Pilkada DKI. Apalagi suara Golkar sangat kecil dan selalu di bawah 10 persen. "Gak tau kalau Zaki sewa dukun sakti. Sewa dukung aja kalau nafsu mau jadi gubernur mah," ungkapnya. 

Zaki kata Tamil akan berhadapan dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (HBH). "Pj besar kemungkinan maju, Zaki dapat tiket aja berat apalagi lawan HBH. Jangankan gubernur lah dia lolos ke DPR aja belum jelas," sindirnya. 

Dalam DCT KPU, Zaki terdaftar sebagai caleg DPR RI nomor urut 1 untuk Dapil Jakarta III meliputi Jakbar, Jakut dan Kepulauan Seribu. "Zaki itu dapil neraka dan yang kuat PDIP, PKS, Gerindra serta NasDem," tambah Tamil.  

Bukan hanya melawan HBH, Zaki juga bakal kerepotan menandingi jago dari PDIP. Diketahui, saat ini Banteng sedang menggodok saksi-saksinya untuk mengawal di TPS. 

Seperti diberitakan, anggota Fraksi PDIP Yuke menyatakan, agenda pemilihan gubernur (pilgub) atau pilkada harusnya sudah mulai disosialisasikan. 

"Jangan juga menunggu hasil pileg. Agar masyarakat tau dan paham akan ada gelaran pilkada," ungkap Yuke dalam acara NGObrolin JAKarta (NGOJAK) di Gondangdia, Jakpus, Kamis (23/11) sore.

Saat ditanya sosok yang layak memimpin DKI, Yuke menyatakan harus figur yang tegas dan mampu melakukan eksekusi permasalahan. "Yang berpengalaman, tegas dan berani agar program berjalam degan baik," ucapnya.

Walau belum menyebut nama tapi beberapa kader PDIP sudah digadang-gadang bakal maju. Mereka adalah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma dan mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendi.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU DKI Jakarta, Dody Wijaya mengaku kalau pihaknya siap menggelar pilkada. Diperkirakan pilkada akan digelar pada bulan November 2024.

Suara parpol saat Pemilu 2014 di DKI berdasarkan kursi DPRD DKI Jakarta: 

1. PDIP: 1.231.843 (28 kursi)
2. Gerindra: 592.568 (15 kursi)
3. PKS: 424.400 (11 kursi)
4. PPP: 452.224 (10 kursi)
5. Demokrat: 360.929 (10 kursi)
6. Golkar: 376.221 (9 kursi)

Suara parpol saat Pemilu 2014 di DKI berdasarkan kursi DPRD DKI Jakarta:

1. PDI-P: 1.336.344 (25 kursi) 
2. Gerindra:  935.793 (19 kursi) 
3. PKS: 917.005 (16 kursi) 
4. Demokrat: 386.434 (10 kursi) 
5. PSI: 404.508 (8 kursi) 
6. PAN: 375.882 (9 kursi).  
7. Nasdem: 309.790 (7 kursi). 
8. PKB: 308.212 (5 kursi). 
9. Golkar: 300.246 (5 kursi).