Selasa,  05 March 2024

Kota Bekasi Siap Menjadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026

Yud
Kota Bekasi Siap Menjadi Tuan Rumah Porprov Jabar 2026

RN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi melakukan audiensi perihal kepastian Kota Bekasi menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) Tahun 2026 mendatang. 

Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Tri Adhianto pada pertemuan Selasa (28/11/2023) sore di Kantor KONI Jabar menyampaikan pentingnya Surat Keputusan (SK) sebagai tuan rumah mengingat pembangunan sarana olahraga butuh waktu secepatnya. 

"Jika SK belum menyebutkan Kota Bekasi selaku tuan rumah tentu menjadi kendala untuk berkomunikasi dengan stakeholder terkait pembangunan sarana olahraga," kata Tri. 

BERITA TERKAIT :
Caleg Golkar Money Politik Masih Tidur Nyenyak, Bawaslu Kota Bekasi Kerjanya Apa?
PPK Bekasi Timur Bongkar Pengelembungan Suara Dari Sirekap, Suara Caleg Mendadak Nambah Dan Hilang

Menariknya, bila nantinya SK terealisasi, Tri menambahkan tidak menutup kemungkinan menggandeng pihak swasta membangun sarana olahraga. 

Hal ini sudah dilakukan ketika lapangan sepak bola bertaraf nasional dibangun dan kini sudah bisa dimanfaatkan.

"Belum lagi MoU dengan pihak kampus dan instansi vertikal khususnya menyangkut venue yang sejauh ini sudah dimanfaatkan," paparnya. 

Kota Bekasi sendiri,tambah Tri sejatinya sudah siap menjadi tuan rumah merujuk keberhasilan saat menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang dilaksanakan bersama Kota Bogor Oktober 2023 lalu. 

Menanggapi hal itu, Ketua KONI Jabar, M. Budiana merespons positif keinginan Kota Bekasi menjadi tuan tuan rumah Porprov 2026 dengan menindaklanjuti SK penunjukan tuan rumah ke Gubernur Jabar. 

Saat ini diterangkan Budiana, SK tuan rumah baru menyebut Kota Bogor menjadi tuan rumah. Padahal Kota Bogor menyatakan baru menyanggupi kesiapan mempertandingkan 42 Cabang olahraga (Cabor) saja. 

Bila mengacu aturan, kegiatan Porprov diwajibkan mempertandingkan jumlah cabor yang sama dengan gelaran PON dimana saat ini ada berjumlah sekitar 60 cabor. "Lebih dari itu boleh tapi tidak bisa kurang," ia menegaskan. 

Kondisi ini, lanjut, Budiana menjadi peluang Kota Bekasi menjadi tuan rumah apalagi sebelumnya pernah menjadi salah satu dari tujuh peserta pengajuan sebagai tuan rumah. 

Sekadar informasi, pada masa Ketua Umum KONI Kota Bekasi masih dipimpin Abdul Rosyad Irwan S, Kota Bekasi mengikuti prosesi open bidding menjadi tuan rumah Porprov 2026.

Tahap pertama proses pengajuan calon tuan rumah pada Rapat Koordinasi KONI se-Jabar di Graha Siliwangi pada Agustus 2022.

Saat itu ada tujuh daerah mengajukan kesiapan menjadi tuan rumah masing-masing, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang dan Kota Depok. 

Berdasarkan itu, di momen Rapat Kerja (Raker) KONI Jabar pada September 2022, para calon mengikuti tahap kedua yakni melakukan presentasi. Saat itu Kota Bekasi diwakili Kadispora. 

Tahap akhir, tim penilai KONI Jabar berkunjung ke daerah para calon tuan rumah. Selain survei tempat, tim ini juga melakukan beberapa wawancara dengan pihak terkait. 

Proses panjang inilah menurut Budiana menjadi nilai tambah bagi Kota Bekasi dapat disetujui menjadi tuan rumah.

"Aspek lainnya kehadiran hari ini menjadi bukti keseriusan Kota Bekasi menjadi tuan rumah. Terus terang saya respek dan bahagia," kata pria bergelar profesor tersebut.

Paparan positif ini membuat Wakil Ketua III KONI Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengaku lega karena keinginan menjadi tuan rumah tidak bertepuk sebelah tangan. 

Pasalnya selama ini klaim sebagai tuan rumah yang digaungkan kepada masyarakat terutama cabor baru sebatas lisan. 

Dengan support KONI Jabar menurut Ucu semakin menambah keyakinan Kota Bekasi menjadi tuan rumah. Dengan SK itu menjadi menambah percaya diri saat berkomunikasi dengan DPRD dan Kepala Daerah. 

"Seringkali kita berkomunikasi soal tuan rumah dengan pejabat terkait. Dengan ada SK kami lebih percaya diri. Kami membuka diri kalau ada langkah-langkah yang memang harus ditempuh guna menuju itu," tukasnya. 

Sementara Kabid organisasi KONI Kota Bekasi, Ali Akbar menekankan kepastian tuan rumah bersama bukan pendukung. Status ini penting karena menyangkut banyak khususnya dari sisi anggaran. 

"Kami menjamin akan menjadi tuan rumah berkualitas terutama soal regulasi sehingga tak ada lagi kekecewaan peserta," katanya antusias.