Rabu,  29 May 2024

Kadernya Jadi Wali Kota, Suara PAN Belum Maksimal Di Kota Bogor 

RN/NS
Kadernya Jadi Wali Kota, Suara PAN Belum Maksimal Di Kota Bogor 
Wali Kota Bogor Bima Arya.

RN - Partai Amanat Nasional (PAN) belum puas. Partai berlebel Muhammadiyah ini hanya mendapatkan 5 kursi DPRD Kota Bogor. 

Kepastian ini berdasarkan Rapat Pleno KPU Kota Bogor di Bale Pakuan, Hotel Pajajaran Suites, sejak Minggu (3/3) hingga Senin malam (4/3).

Kursi PAN di DPRD Kota Bogor mengalami penambahan sebanyak 2 kursi dari 3 kursi pada Pemilu 2019.

BERITA TERKAIT :
Eks Walkot Bogor Deklarasi Maju Pilkada Jabar, Warga: Bima Jagonya Lari Dan Main Medsos?
Bima Arya Deklarasi Maju Gubernur Jabar, Banyak Parpol Kapok?

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengaku masih belum puas. Walaupun, kata dia setiap hasil positif harus disyukuri.

Diketahui, Wali Kota Bogor Bima Arya adalah kader PAN. Dia sudah dua periode memimpin kota hujan.

"Tentu saya mensyukuri hasil ini meski belum sepenuhnya puas," kata Eddy kepada wartawan, Rabu (6/3).

Kata Eddy, penambahan kursi itu seharusnya bisa lebih maksimal. Terlebih, PAN punya kader di DPR RI dan juga Walikota Bogor saat ini adalah kader PAN.

"Walaupun ada peningkatan kursi tapi saya pribadi jauh dari puas, karena kita sesungguhnya bisa dapat lebih dari 8 kursi atau bahkan menjadi pemenang pemilu," tuturnya.

Ke depan, Eddy menegaskan, akan melakukan evaluasi atas hasil pemilu di seluruh Indonesia, dan khususnya untuk Kota Bogor.

"Masih banyak PR untuk PAN di Kota Bogor dan untuk bisa meraih target pemenang di pemilu mendatang kami akan menatanya segera setelah tuntas penetapan hasil Pemilu oleh KPU," pungkasnya

Kota Bogor terdapat 10 daerah pemilihan atau dapil dengan memperebutkan 50 kursi. Berdasarkan penghitungan dari hasil pleno PPK se-Kota Bogor, PKS menjuarai kontestasi pemilihan anggota DPRD Kota Bogor. 

Mereka, kembali berada di posisi puncak dengan raihan 11 kursi. Sementara, posisi kedua ada Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Bogor yang berhasil menyalip Partai Gerindra dan PDIP di posisi ketiga dan keempat.

Di mana, pada Pileg 2019 Kota Bogor, Partai Golkar Kota Bogor bertengger di posisi keempat.

Sementara, di posisi kelima ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang berhasil meraih 5 kursi, naik dua kursi dibanding Pileg 2019 Kota Bogor.

Lalu, di posisi keenam dan ketujuh ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem yang berhasil meraih 4 kursi. 

Kedelapan dan kesembilan ada Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sama-sama mengalami penurunan perolehan kursi di Pileg 2024 Kota Bogor.

Pada pemilihan saat ini, Partai Demokrat dan PPP hanya mampu meraih 3 kursi, sedangkan pada Pileg 2019 Kota Bogor mereka sama-sama berhasil meraih 5 kursi.

1. PKS (11 kursi, 132.661 suara)
2. Golkar (7 kursi, 89.988 suara)
3. Gerindra (6 kursi, 78.882 suara)
4. PDIP (6 kursi, 69.759 suara)
5. PAN (5 kursi, 50.655 suara)
6. PKB (4 kursi, 47.436 suara)
7. Nasdem (4 kursi, 30.045 suara)
8. Demokrat (3 kursi, 43.669 suara)
9. PPP (3 kursi, 38.445 suara)
10. PSI (1 kursi, 21.798 suara)