Minggu,  14 April 2024

Razia Sopir Tembak Dan Bus Bobrok Di Cipali Hingga Jagorawi 

RN/NS
Razia Sopir Tembak Dan Bus Bobrok Di Cipali Hingga Jagorawi 
Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus.

RN - Pengusaha angkutan umum diwarning. Kapolda Jawa Barat Irjen Akhmad Wiyagus meminta kepada para pengusaha agar tidak memakai jasa sopir tembak. 

Data dari Polda Jawa Barat menyebutkan, kecelakaan terbanyak saat mudik disebabkan oleh sopir tembak. 

"Cipali, Cisumdawu, Jagorawi, dan arteri wilayah utara maupun selatan menjadi perhatian kami," ujar Wiyagus usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran tahun 2024 Jawa Barat di Gedung Pakuan, Bandung, Minggu (31/3/2024).

BERITA TERKAIT :
Kebanyakan Makan Rendang & Opor, Ini Penyakit Pasca Lebaran 
Ragunan Membludak, Waspada Pelaku Hipnotis Dan Orang Yang Sok Akrab

Dia mengatakan Polda Jabar juga akan mengecek kondisi bus wisata yang digunakan sebagai angkutan Lebaran. Selain kondisi bus, dia mengatakan polisi juga akan melakukan pengecekan untuk mencegah adanya sopir tembak.

"Selain kendaraan yang layak, faktor kualitas sopir untuk benar-benar mengecek kemampuannya agar tidak menggunakan sopir tembak yang tidak memiliki kapasitas," sebutnya.

Wiyagus berkomitmen mengurangi kecelakaan pemudik Lebaran tahun ini. Pada tahun 2023, katanya, angka kecelakaan telah menurun dibanding tahun 2022.

"Kami berkomitmen 2024 ini bisa mengurangi angka kecelakaan seperti yang sudah kita lakukan 2023 di mana jumlah kecelakaan, terjadi penurunan dibanding 2022. Dan harapan kita tahun 2024 bisa lebih rendah dari tahun 2023," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2024 di Provinsi Jawa Barat. Dalam rapat itu, Budi meminta dilakukan ramp check untuk kendaraan-kendaraan di Jawa Barat.

"Pengendalian ini dimulai dari apa yang kita namakan ramp check, ramp check ini saya minta tolong kepada khususnya kepada kapolres, atau kapolresta daerah-daerah yang katakan, seperti Sukabumi, Garut, Tasik, Banjar, Kuningan, dan sebagainya," ujar Budi.

Budi mengatakan banyak bus wisata di wilayah tersebut yang sudah tua. Selain itu, biasanya ada sopir tembak.

"Bahwa bus yang ada di tempat-tempat daerah itulah bus yang relatif sudah berumur, jadi menjadi wajib untuk dilakukan ramp check. Dan sopirnya kadang-kadang supir tembak, bahasa premannya sopir tembak," kata dia.