Rabu,  29 May 2024

Desakan Mardiono Mundur Dari PPP Makin Kencang, Apakah Ini Karma Politik?

RN/NS
Desakan Mardiono Mundur Dari PPP Makin Kencang, Apakah Ini Karma Politik?
Ketum PPP Mardiono.

RN - Muhammad Mardiono digoyang. Dia didesak mundur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP. 

Desakan mundur lantaran saat PPP menjadi partai gurem. Ambruknya suara Ka'bah membuat murka para kader. 

Diketahui, saat ini PPP masih yakin partai kabah bisa memenangkan gugatan Pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK). Keyakinan itu diperkuat dengan sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa suara PPP hilang hingga 200 ribu di Pemilu.

BERITA TERKAIT :
Tegaskan Tegak Lurus Kepada Ketua DPW Dan Plt. Mardiono, Ketua DPC: Ayo Seluruh PAC Bangkit Jaya Kembali
Ketua PPP Jakarta Barat: Kami Tegak Lurus Terhadap Plt. Ketum PPP

"PPP mempunyai bukti ril yang menunjukkan bahwa memang ada lebih 200 ribu suara kami yang hilang di Pemilu," kata salah satu kader senior PPP Jakarta Ahmad Yani, kepada wartawan, Sabtu (13/4).

Meski optimis menang di MK, dia tetap meminta Muhammad Mardiono untuk mundur sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP sebagai bentuk pertanggung jawaban merosotnya suara partai.

"Kepemimpinan Mardiono yang tidak memiliki mitigasi plan di pemilu membuat perolehan suara PPP kacau. Sehingga ia perlu mundur," tegasnya.

Hal senada disampaikan mantan Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta, Ichwan Zayadi yang meminta Mardiono mundur.

Katanya, sejumlah kader PPP juga lantang meminta Mardiono mundur. Di antaranya yang sudah tampil di publik ada Hasan Husaeri Lubis, mantan anggota DPR RI sekaligus kader senior PPP asal Sumatera Utara.

"Dalam semua proses pemilu, langkah Mardiono salah, termasuk dalam memilih koalisi pasangan calon presiden dan wakil presiden," tandasnya.