RN - Pilkada 2024 sebentar lagi digelar. Hajat politik ini bakal dibanjiri hoax.
Diketahui, saat ini pembuat konten hoax menjadi profesi mencari duit. Bayaran pembuat hoax disebut-sebut sengat besar karena untuk menyerang lawan politik saat Pemilu, Pilpres dan Pilkada.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty menjelaskan, langkah pencegahan yang dibikin pihaknya dikolaborasikan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika.
BERITA TERKAIT :Bawaslu Ngemis Anggaran Rp 90 Miliar Ke DPR, Pilkada Ulang Hamburkan Duit
Cuci Gudang KPU Bawaslu, DPR Sebut Dampak PSU 24 Daerah Bikin Tekor Rp 1 Triliun
"Membangun kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui media sosial membersihkan konten hoax dan disinformasi Pemilu," ujar Lolly melalui akun resmi Bawaslu RI di Instagram, Kamis (18/4).
Selain dengan Kementerian Kominfo, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI itu menyebutkan langkah kolaboratif lainnya.
"(Yaitu) dengan menyebarkan pesan pemilu damai di media sosial dan berkolaborasi dengan komunitas anti hoax," sambungnya memaparkan.
"Kami akan menggelar deklarasi koalisi damai Pemilihan Kepala Daerah 2024, serta membangun koalisi damai antar peserta pemilihan melalui platform media sosial," demikian mantan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat itu menambahkan.