Sabtu,  13 July 2024

Gerindra Dorong Ponakan Prabowo Untuk Gubernur Jakarta, Ariza Jabatan Doyan Tapi Duit Seret?

RN/NS
Gerindra Dorong Ponakan Prabowo Untuk Gubernur Jakarta, Ariza Jabatan Doyan Tapi Duit Seret?
Budi Djiwandono.

RN - Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib mantan Wagub Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza.

Ariza dipastikan tidak bisa berlaga di Pilkada Jakarta 2024. Ketua Gerindra Jakarta itu dipastikan hanya sebagai penonton.

Kabarnya Gerindra enggan mendorong Ariza karena elektabilitasnya kecil. Selain itu, Ariza disebut-sebut pelit dan tidak punya modal untuk kampanye.

BERITA TERKAIT :
Pilkada Tangsel, Ariza Seperti Masuk Tong Sampah Untuk Cari Jarum
Kerap Banjir Kalau Hujan, Warga Pesangrahaan Jaksel Kodein Pj Gub DKI Ganti Walikota

Sebab, Budi Djiwandono sebagai jago Gerindra untuk pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta terus digadang-gadang. Waketum Gerindra yang juga keponakan Prabowo ini disebut-sebut sudah hampir pasti mendapatkan tiket. 

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani memuji sosok Waketum Budi Djiwandono yang masuk bursa pencalonan di Pilgub Jakarta. Menurutnya, Budi memiliki visi perekonomian yang bagus untuk Daerah Khusus Jakarta (DKJ) ke depan.

"Ya Budi Djiwandono adalah salah satu kandidat yang sedang kita matangkan untuk bisa memimpin daerah Jakarta, Daerah Khusus Jakarta ya. Itu diperlukan sosok yang matang, memiliki visi perekonomian yang bagus, dan dan punya tingkat pergaulan yang bagus," kata Muzani di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Muzani menganggap Budi memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin Jakarta selanjutnya. Dia mengungkit pengalaman Budi yang telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode.

"Kriteria itu sepertinya memenuhi syarat Budi Djiwandono adalah anggota parlemen dua periode. Kemudian memiliki pergaulan yang cukup bagus dan punya visi ekonomi yang matang, sehingga menurut kami beliau memiliki kemampuan untuk bisa memimpin Jakarta lebih baik lagi. Dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan rakyat Jakarta," kata Muzani.

Lebih lanjut, Muzani mengaku partainya telah melobi partai lain untuk pencalonan di Pilgub Jakarta. Namun dia tak membeberkan partai apa yang dimaksud. "Sudah. Saya cek dulu siapa saja," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Dasco buka suara terkait unggahan poster Waketum Budi Djiwandono bersanding dengan presenter Raffi Ahmad. Menurutnya, hal itu dimunculkan sekadar untuk tes ombak respons di publik.

"Kan itu nggak ada buat apa, biasa aja gitulah. Tes ombak," kata Dasco kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Dasco tak berbicara banyak mengenai peluang Budi Djiwandono dan Raffi Ahmad maju ke Pilgub Jakarta. Dasco berkelakar hanya memasang foto orang-orang tampan.

"Nggak tahu buat di mana, tes ombak aja, lagi masangin orang-orang ganteng aja," kelakarnya.

Budi adalah putra dari pasangan Joseph Sudrajad Djiwandono (ayah) dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo (Ibu). Ayah Budi adalah mantan Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998. 

Sedangkan ibunya kakak kandung Prabowo Subianto yang merupakan adik Thomas Djiwandono, Bendahara Umum Partai Gerindra. Budi menjabat sebagai anggota DPR pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan Luther Kombong yang meninggal dunia pada Juni 2017. 

Pada periode 2019–2024, Budi terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Kalimantan Timur dengan perolehan suara 71.207. Dia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI.