RADAR NONSTOP - Pemerintah menghentikan sementara paket pelatihan pada Program Kartu Prakerja.
Wakil Ketua DPD RI Sultan Bahtiar Najamudin mengatakan langkah tersebut sudah tepat, karena mewakili keinginan publik yang menganggap distribusi program itu tidak tepat sasaran dan adanya pemborosan anggaran negara.
"Program tersebut dapat menimbulkan Pro dan Kontra, serta bisa disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab," tuturnya kepada Media, Sabtu (4/7).
BERITA TERKAIT :Soroti Antrian Masyarakat Demi Gas LPG 3 Kg, Bang Dailami: Keberadaan Pengecer Masih Dibutuhkan
Mantan Anak Buah Tommy Soeharto, Senator Achmad Azran Berpotensi Menjadi Tokoh Besar Jakarta
Sultan menambahkan, jika nantinya setelah diperbaiki dan dievaluasi masih bermasalah, harusnya pemerintah tidak hanya menghentikan paket pelatihan saja tetapi sekaligus menghentikan Program Kartu Prakerja.
"Saya berharap dalam hal ini Menteri Bidang Perekonomiam Airlangga Hartarto, bisa membuat program pengganti Prakerja yang betul-betul bisa mengurangi angka pengangguran ditengah Covid19," demikian Sultan.