Jumat,  22 January 2021

Gerindra Lagi Kena Gempa Lobster, Poyuono Muncul Lagi 

NS/RN/NET
Gerindra Lagi Kena Gempa Lobster, Poyuono Muncul Lagi 
Arief Poyuono

RADAR NONSTOP - Lama tak muncul kini Arief Poyuono ada lagi. Mantan politisi Gerindra yang sudah terdepak dari posisi DPP ini menyatakan, ditangkapnya Edhy menghancurkan cita-cita Prabowo.

"Ini pelajaran besar sekaligus tabokan besar bagi Prabowo sebagai bos besarnya Edhy Prabowo bahwa ternyata mulut yang sudah berbusa-busa dengan mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat, ternyata justru Edhy Prabowo, anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri, justru menjadi menteri pertama di era Jokowi yang terkena operasi tangkap tangan," kata Poyuono dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Menurut Poyuono, Prabowo seharusnya sedari awal mewanti-wanti para kadernya di Gerindra agar tidak memanfaatkan 'kekuasaan' untuk kepentingan pribadi. Namun, karena tidak dilakukan, sebut Poyuono, Prabowo lah yang harus menanggung akibatnya, bahkan Gerindra pun terkena imbas.

BERITA TERKAIT :
Mentan Menteri KKP Edhy Prabowo Merengek Minta Agar Istri Dan Anak Bisa Besuk  
Perusahaan Penyedia Bansos Mulai Ketar-Ketir

"Sudah sejak awal harusnya Prabowo Subianto yang katanya ingin Indonesia bersih dari KKN, harusnya mengingatkan dan melarang para kadernya dan keluarganya untuk memanfaatkan kekuasaan untuk berbisnis, contoh saja izin ekspor lobster banyak yang diberi izin kepada perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kader Gerindra dan keluarga. Tapi nyata justru mendiamkan saja dan bisu seribu bahasa," papar Poyuono.

"Nah dengan ditangkapnya Edhy Prabowo, maka tamat sudah cita-cita Prabowo jadi presiden Indonesia, serta akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Gerindra," imbuhnya.

Mantan Waketum Gerindra itu meminta Prabowo bertanggung jawab atas tertangkapnya Edhy Prabowo. Poyuono menyebut Prabowo seharusnya mundur sebagai Menteri Pertahanan dan juga Ketum Gerindra.

"Dengan itu Prabowo Subianto harus bertanggung jawab kepada masyarakat pemilih Gerindra atas ketidakmampuan menjaga disiplin para kadernya hingga berpotensi besar menghancurkan marwah partai," sebut Poyuono.

"Atau, jika Prabowo gentleman, dia harus mundur dari kabinet Jokowi-Maruf Amin serta mundur dari Gerindra," sambung dia.

#Edhy   #KPK   #Puyono