Kamis,  28 January 2021

Si Dukun Cilik (Ponari) Kini Sudah Punya Anak, Batu Petir Saktinya Apa Kabar? 

NS/RN
Si Dukun Cilik (Ponari) Kini Sudah Punya Anak, Batu Petir Saktinya Apa Kabar? 
Ponari cilik dan saat acara nikah.

RADAR NONSTOP - Masih ingat Ponari. Si dukun cilik asal Jombang itu ternyata sudah punya anak.

Pemilik nama lengkap Muhammad Ponari Rahmatullah tersebut kini tinggal di rumah mertuanya di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Buah pernikahannya dengan Aminatus Zuroh (22), Ponari kini mempunyai momongan.

Ponari bekerja di gudang distributor air minum kemasan di Desa Jelakombo, Kecamatan Jombang untuk menafkahi keluarga kecilnya. Istrinya tidak lagi bekerja seperti dulu.

BERITA TERKAIT :
Ngaku Bisa Sembuhkan Covid -19, Dukun Cabul Sukses Ajak Mandi 10 Wanita

"Penghasilan saya Rp 2,1 juta sebulan. Insyaallah cukup," kata Ponari dikutip dari detikcom, Senin (11/1/2021).

Di sela kesibukannya bekerja dan membatu sang istri merawat bayinya, Ponari masih menyimpan batu petir yang dia temukan tahun 2009. Batu tersebut disimpan baik oleh neneknya, Legi, di rumah orangtuanya kawasan Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Untuk menambah penghasilannya, Ponari berencana menjalankan bisnis skala kecil. "Rencana kalau punya modal akan membuat usaha kecil-kecilan. Jualan air minum kemasan galon atau bawang merah," cetusnya.

Ponari dan Zuroh menikah di tengah pandemi COVID-19 pada 1 Agustus 2020. Akad nikah digelar di rumah orang tua Zuroh dengan mematuhi protokol kesehatan. Usia Zuroh satu tahun lebih tua daripada suaminya.

Zuroh merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Solikin (64) dan Nipah (64). Ponari dan Zuroh saling jatuh cinta saat mereka sama-sama bekerja di pabrik makanan ringan di Jalan Brigjen Kretarto, Kecamatan/Kabupaten Jombang pada Juli 2019.

Ponari menjadi terkenal dan dijuluki dukun cilik dari Jombang pada awal 2009 silam. Ketenarannya itu berkat sebuah batu yang disebut batu petir. Batu sekepal tangan itu konon didapatkan Ponari dari petir yang menyambar pada suatu hari di bulan Januari 2009.

Layaknya bocah kampung, hujan lebat saat itu Ponari asyik main air dengan teman-temannya. Sebuah petir dengan suara luar biasa kerasnya menyambar di dekat bocah yang saat itu masih kelas 3 di SDN Balongsari I. Petir itu konon disertai jatuhnya batu yang nyaris mengenai kepala Ponari. Batu yang saat itu memancarkan cahaya biru dipungut olehnya.

Ternyata dengan batu petir itu, anak pertama pasangan Kamsin (40) dan Mukaromah (40) itu menjadi dukun cilik yang sangat terkenal. Berbagai penyakit konon bisa dia sembuhkan hanya dengan mencelupkan batu itu ke dalam air putih yang dibawa pasien. Sejak Februari 2009, ribuan orang datang ke rumah dukun cilik itu berharap kesembuhan.