Jumat,  16 April 2021

Viral! Video Crazy Rich Helena Lim Vaksin Di Puskesmas, Warga: Dia Sebagai Apa?

SN/RN
Viral! Video Crazy Rich Helena Lim Vaksin Di Puskesmas, Warga: Dia Sebagai Apa?
Tangkapan Layar Instastory IG Helena Lim

RN - Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan saat ini masih pada tahap untuk para tenaga kesehatan (Nakes) atau penunjang kesehatan lainnya. 

Sementara untuk pegawai publik, lansia hingga masyarakat umum seperti dikatakan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin baru akan dimulai pada bulan Maret mendatang. Dengan kata lain, vaksinasi covid-19 memiliki mekanisme sendiri dengan skala prioritas yang sudah ditetapkan.

Namun belakangan ada peristiwa yang cukup menarik perhatian publik. Diketahui dari video instagram story dengan nama akun helenalim899 terlihat beberapa orang sedang mengikuti program vaksinasi yang dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

BERITA TERKAIT :
Jumlah Orang Miskin DKI Naik, Gara-Gara Corona Dan PHK Di Mana-Mana  
Gaduh Vaksin Nusantara Buatan Eks Menkes Terawan 

Belum diketahui identitas pasti orang-orang yang menemani Helena pada video tersebut. Namun, yang memantik komentar publik adalah sosok pemilik akun IG tersebut, yakni Helena Lim yang dikenal sebagai Crazy Rich Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Tentu tidak ada masalah dalam vaksinasi covid-19 itu, karena memang menjadi hak warga negara mendapatkan pelayanan kesehatan asalkan sesuai aturan dan waktu yang sudah ditentukan, serta tak ada kesan perlakuan istimewa dari petugas untuk orang-orang kelangan tertentu. 

Salah seorang tokoh masyarakat DKI Jakarta yang enggan disebutkan namanya turut mengomentari video tersebut. Ia mempertanyakan kapasitas Helena Lim serta beberapa orang lainnya saat mengikuti vaksinasi tersebut.

"Dia sebagai apa, apakah nakes, penunjang kesehatan, bekerja di faskes, atau sebagai apa?," Ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/2/2021) malam.

"Setahu saya kan pertama buat tenaga kesehatan, kalau masyarakat umum kan belum waktunya, kalau kapasitas Helena saat divaksin tidak diungkapkan, akan memancing kecurigaan masyarakat, tentu yang dikejar Pemprov DKI atau Dinkes sebagai pelaksana program, jadi sebaiknya Kadinkes harus ungkap soal ini," sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp terkait informasi tersebut, hingga berita ini ditayangkan tidak memberikan keterangan apapun.