Rabu,  04 August 2021

Banjir Jakarta

Ratusan Foto Dan Video Hoax Beredar, Pengamat: Ada Gerak Buzzer Sasar Anies 

NS/RN
Ratusan Foto Dan Video Hoax Beredar, Pengamat: Ada Gerak Buzzer Sasar Anies 
Ilustrasi

RN - Banjir bukan hanya terjadi di Jakarta. Tapi, heboh banjir ibu kota melebihi daerah lain seperti di Semarang, Pekalongan, Jateng dan Kerawang, Jabar.

Nah, pada tanggal 20 Februari 2021 ini, banjir terjadi merata di kawasan Jakarta, Tangerang dan Bekasi (Jatabek). Hasil penelusuran Aktivis Muda Jakarta (AMJ), ada sekitar 387 foto dan video hoax yang berseliweran di media sosial (medsos) dan group WhatsApp (WA). 

Bahkan ada video kejadian orang terseret arus banjir di Jawa Barat beredar. Dari hasil analisis AMJ, beberapa akun anonim mendadak muncul dan meramaikan tagar banjir Jakarta. 

BERITA TERKAIT :
Dukung Program Percepatan Vaksin, PAM Jaya Ingatkan Warga 5M   
Anies, Kapolda Dan Pangdam Jaya Kumpul Di Monas Jika PPKM Darurat Diperpanjang

"Ini memang agak aneh dan beda. Kenapa sasaran bully ada di Anies. Bisa saja buzzer bergerak?," tegas pengamat perkotaan, Miftahul Adib kepada wartawan, Sabtu (20/2). 

Bicara Jakarta banjir harus dilihat dari intensitas hujan yang terjadi dan adanya kiriman air dari Bogor dan Depok. "Depok itu hujan deras dan Bogor juga hujan. Artinya air masuk dan terjadi penumpukan air di pusat kota apalagi Jakarta juga hujan deras," tegas Adib. 

Dosen universitas swasta di Tangerang, Banten ini menilai, jika Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang seperti dijanjikan Kementerian PUPR selesai pada akhir tahun 2020 pasti banjir di Jatabek tidak seperti saat ini.

"Harus ada peran serta pemerintah pusat dalam melakukan pemetaan penangulangan banjir di kawasan Jabodetabek. Bogor, Depok dan Bekasi itu di bawah Gubernur Jabar. Lalu Tangerang Raya ada di bawah komando Banten," tukasnya. 

Sementara Koordinator AMJ Dwi Yudha Saputra menyatakan, akun-akun buzzer itu seperti dikendalikan untuk membully Anies Baswedan. "387 foto dan video itu hoax. Jelas itu bukan banjir di Jakarta tapi dilempar untuk meramaikan suasana dan memancing emosi korban banjir," terangnya.