Selasa,  20 April 2021

Melani Meminta Pemerintah Fokus Percepatan Vaksin Merah Putih

ERY
Melani Meminta Pemerintah Fokus Percepatan Vaksin Merah Putih
Melani Leimena Suharli - Ist

RN – Masyarakat Indonesia saat ini tengah dihebohkan kabar adanya embargo vaksin Covid-19 yang dilakukan sejumlah negara di luar negeri. Hal itu membuat anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli angkat bicara.

Anggota Komisi VI DPR ini menegaskan, yang terpenting saat ini adalah pemerintah harus fokus dalam mengembangkan dan melakukan percepatan terhadap Vaksin Merah Putih.

"Pemerintah mesti sungguh-sungguh memikirkan alternatif yang sama sekali tidak ada intervensi pihak asing adalah bagaimana mulai memikirkan produksi vaksin dalam negeri. Untuk itu percepatan pengembangan sampai produk jadi. Penggunaan vaksin dalam negeri yaitu Vaksin Merah Putih harus menjadi konsentrasi pemerintah hari ini," kata Melani saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/4)

BERITA TERKAIT :
Pernyataan S Andyka Disoal Warga, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI: Mungkin Ada Kesalahan Informasi
Warga RW 05 Pejagalan Minta Prabowo Copot S Andyka

Wakil Ketua MPR RI Periode 2014-2019 ini menuturkan, Indonesia sudah sepatutnya mandiri soal pengadaan vaksin untuk kebutuhan dalam negeri khususnya.

"Biar tidak terjadi kelangkaan vaksin, maka Indonesia harus memiliki kemandirian dalam hal kesehatan. Salah satunya kemandirian dalam vaksin," harap Melani.

"Oleh sebab itu menurut saya, adanya full support vaksin merah putih harus dilakukan," sambungnya.

Tak sampai disitu, wanita berlatarbelakang pengusaha ini juga meminta kepada pemerintah, untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia akan pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19.

"Tak boleh berhenti melakukan sosialisasi. Karena Vaksin itu adalah hal penting untuk melakukan pencegahan. Proses penyembuhannya jika terkena virus tersebut, akan lebih cepat pemulihannya," ujar Melani.

Meski begitu, Melani mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang sudah melakukan Vaksinasi Covid-19, agar tidak jumawa. Melani menyarankan, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama pandemi Covid 19 masih terus menghantui tanah air.

"Jangan sampai jadi acuh, karena sudah divaksin. Karena kemungkinan, masih bisa terkena Covid-19 kembali. Jadi, tetap patuhi protokol kesehatan yang terus digencarkan pemerintah. Jangan sampai diabaikan," tandas Melani.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada potensi kendala dalam percepatan vaksinasi ke depan. Kendala tersebut yakni terkait adanya embargo vaksin Covid-19 yang dilakukan sejumlah negara.

"Ada catatan yang kami sampaikan juga ke Presiden, karena terjadi lonjakan kasus di beberapa negara termasuk di India sehingga mulai terjadi embargo vaksin dan bisa mengganggu ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan ke depan. Terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo, sehingga kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksin agar tidak terjadi kekosongan vaksin nantinya," papar Budi.