Minggu,  09 May 2021

Ikut Aksi Demo Tolak Kudeta, 120 Artis Myanmar Diburu Junta Militer 

NS/RN/NET
Ikut Aksi Demo Tolak Kudeta, 120 Artis Myanmar Diburu Junta Militer 
Demo Myanmar.

RN - Pemerintah junta militer Myanmar memburu para artis. Sebelumnya seorang aktor terkenal di Myanmar yang mendukung unjuk rasa antikudeta, ditangkap pada Kamis (8/4) waktu setempat. 

Otoritas junta militer Myanmar diketahui tengah memburu lebih dari 100 selebriti yang mendukung gerakan antikudeta.

Otoritas junta militer Myanmar merilis daftar yang berisi 120 nama selebriti yang diburu untuk ditangkap. Daftar itu menyertakan nama penyanyi Lin Lin dan Chit Thu Wai, aktor Phway Phway, Eaindra Kyaw Zin dan Pyay Ti Oo, serta model May Myat Noe.

BERITA TERKAIT :
AHY Salip Kang Emil Dan Sandi, Apakah Ini Dampak Kudeta Demokrat? 
Lagi Ramai Isu Kudeta Dan MLB, Cak Imin Langsung Blesukan Ke NU  

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/4/2021), unjuk rasa antikudeta digelar di Myanmar setiap hari sejak kudeta militer dilancarkan pada 1 Februari lalu. Otoritas junta militer melakukan penindakan sarat kekerasan terhadap demonstran.

Sejauh ini, ratusan orang tewas dan lebih dari 2.500 orang ditangkap.

Paing Takhon (24) yang seorang aktor, penyanyi dan model yang aktif di Myanmar maupun di Thailand, diketahui aktif dalam gerakan unjuk rasa antikudeta dengan hadir secara langsung dalam aksi protes dan melalui akun media sosialnya yang di-follow banyak orang.


Takhon ditahan di area North Dagon, Yangon, pada Kamis (8/4) pagi, sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Laporan media lokal menyebut dia ditangkap di rumah ibundanya. Pihak keluarga belum memberikan tanggapan atas penangkapan Takhon.

Menurut postingan media sosial terbarunya, Takhon dalam kondisi kesehatan buruk. Dia memiliki lebih dari 1 juta follower di Facebook dan Instagram.

"Saya tidak dalam kondisi kesehatan yang baik selama berhari-hari. Saya biasa berdoa setiap kali saya beribadah pada Buddha meminta kesehatan yang baik dan agar perdamaian terjadi di Myanmar sesegera mungkin," tulisnya pada Rabu (7/4) waktu setempat.

Pada Februari lalu, dia memposting fotonya sendiri memakai pakaian olahraga (tracksuit) warna putih dengan membawa megafon, topi pelindung dan tali kekang anjing dipasang pada dadanya dalam sebuah unjuk rasa.

"Bantu kami menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan," tulis Takhon dalam postingan Instagramnya saat itu. Akun media sosialnya telah dihapus, namun tidak diketahui apakah dia sendiri yang menghapusnya atau tidak.

Takhon yang juga terkenal di Thailand ini, telah muncul di banyak iklan dan acara televisi. Pada Januari lalu, dia mencukur habis rambutnya dan bergabung secara singkat dengan kelompok biksu Buddha.