Minggu,  09 May 2021

Lagi Ramai Isu Ketum PDIP, Puan Maharani Dapat Gelar Ratu Mustika Kartadilaga

NS/RN/NET
Lagi Ramai Isu Ketum PDIP, Puan Maharani Dapat Gelar Ratu Mustika Kartadilaga
Puan Maharani mendapatkan gelar Ratu Mustika Kartadilaga.

RN - Ramainya isu regenerasi soal Ketum PDIP, Puan Maharani mendapat gelar adat (adok) Ratu Mustika Kartadilaga. Pemberian gelar adat kepada Ketua DPR itu sebagai keturunan Sai Batin Karya Kartadilaga.

Pemberian gelar berlangsung dalam upacara adat Sai Batin Karya Kartadilaga di Lamban Gedung Kartadilaga, Pulau Pisang, Krui, Kabupaten Pesisir Barat,  Provinsi Lampung, Minggu (11/4/2021).

Acara yang berlangsung secara sederhana, terbatas dan menerapkan protokol kesehatan tersebut dipimpin Sultan Hidayat Kartadilaga Gelar Demung Tinggi Laksana X serta dihadiri 12 kepala suku adat dilingkungan adatnya.

BERITA TERKAIT :
Bos PDIP Solo Sebut Ganjar Layak Jadi Presiden, Kok Bukan Mbak Puan? 

Menurut Sultan Hidayat, nama Puan tertulis dalam silsilah keluarga atau Tambo di Lamban Gedung Kartadilaga.

“Joesaki yang asli Pulau Pisang menikah dengan Taksiah dari Batipuh, Tanah Datar, Sumatera Barat. Dari Pernikahan itu, lahirlah Hamzatoen Rosjda yang menikah dengan Tjik Agoes Kiemas. Pasangan itu mempunyai anak, salah satunya Taufiq Kiemas, ayah Puan Maharani,” ujar Sultan Hidayat.

Pemberian gelar nama adat keluarga merupakan hasil Keputusan Himpun atau rapat adat Sai Batin Karya Kartadilaga pada 9 April 2021.

“Kesepakatan 12 suku yang dipimpin Sultan Hidayat Kartadilaga Gelar Demung Tinggi Laksana X. Demi kesinambungan, Kerukunan, Keutuhan dan Kehormatan Keluarga Besar Sai Batin Karya Kartadilaga, Memutuskan memberi gelar adat kepada Suami  Hapsoro Sukmonohadi bergelar Suntan Surya Kartadilaga dan Istri : Dr. Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, S.I.Kom. bergelar Ratu Mustika Kartadilaga,” ujar Sultan Hidayat Kartadilaga.

Puan Maharani mengaku senang bisa berkumpul dengan keluarga besarnya. Puan datang bersama Suami Hapsoro Sukmonohadi, Puteri Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari, Kerabat Isma Yatun, Ista Siti Nurhaza, Sarie dan Purwadi Arianto.

Kedatangan Puan di Lamban Gedung Kartadilaga disambut dengan tarian adat diikuti penyematan kain adat tapis khas Pulau Pisang.

Sebelumnya, Puan berziarah ke makam leluhur keluarga besar. Adapun Ayah Buyutnya dimakamkan di pemakaman Keluarga Pulau Pisang.

Puan menuju Pulau Pisang menggunakan perahu dari dermaga Kuala Stabas, Krui dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.