Minggu,  16 January 2022

Ceplas-Ceplos Bu Susi Yang Berani Sindir Opung Luhut

NS/RN
Ceplas-Ceplos Bu Susi Yang Berani Sindir Opung Luhut

RN - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti nampaknya geregetan. Susi memang tipe tokoh yang ceplas ceplos. 

Kali ini, Bu Susi menyindir Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal Corona terkendali.

"Katanya kemarin terkendali," cuit Susi di akun Twitter resmi @susipudjiastuti, Kamis (15/7/2021).

BERITA TERKAIT :
Razia Kosan di Tangsel, Ditemukan Banyak Kondom!
Ekspor Batu Bara Dibuka, Ini Isi Kebijakan Barunya

Sindiran itu merujuk kepada pernyataan Luhut yang sebelumnya sempat menyatakan bahwa kasus COVID-19 di Indonesia terkendali. Bahkan Luhut mengatakan jika ada pihak yang tak sepakat, Luhut siap menyodorkan data bahwa situasi COVID-19 di Indonesia terkendali.

"Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadaannya, sangat-sangat terkendali. Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya, nanti saya tunjukin ke mukanya bahwa kita terkendali, jadi semua kita laksanakan," kata Luhut, Senin (12/7).

Pada Kamis (15/7), politisi Golkar yang biasa disapa Opung Luhut menyebut laju kasus COVID-19 varian delta saat ini tidak terkendali. Saat ini disebutnya sudah mendominasi Pulau Jawa jauh lebih dahsyat dari varian sebelumnya, yakni Alpha.

"Nah ini saya mohon supaya kita paham, bahwa varian Delta ini varian yang tidak bisa dikendalikan," kata Luhut dalam konferensi pers virtual.

Menurut studi, lanjut Luhut menyatakan varian Delta 6 kali lebih menular dari varian Alpha.

"Varian Delta ini, menurut yang saya baca, itu lebih hampir atau sekitar 6 kali lebih cepat dari varian alpha. Atau PSBB 1 dengan PSBB 2," kata dia.

"Ini dari studi yang saya tahu apakah 5 kali atau 6 kali tergantung siapa yang meneliti, tapi yang jelas jauh lebih dahsyat dari varian Alpha yang sebelumnya," imbuh Luhut.

Sindiran Razia 

Susi sebelumnya juga menyindir Luhut soal razia. Sindiran ini terkait sinyal kepada seluruh produsen obat COVID-19 di Indonesia agar tidak menimbun obat. 

Luhut yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali ini mengultimatum apabila kejadian kenaikan harga karena kelangkaan obat dalam tiga hari ke depan, terhitung saat konferensi pers Senin (5/7) lalu maka pemerintah akan merazia gudang-gudang obat yang keberadaannya sudah terdeteksi.

"Saya tekankan apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga-harga obat-obatan cukup tinggi, atau terjadi kelangkaan maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, dikutip Sabtu (10/7/2021).

Berselang sehari kemudian, tepatnya Selasa (6/7) pernyataan Luhut mendapat sindiran dari Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Selama ini, Susi diketahui aktif melalui media sosial Twitter-nya.

Dia menilai pernyataan Luhut sedikit keliru, bila memang mau merazia dan Susi menilai seharusnya jangan diumumkan di media masa. Menurutnya dengan adanya ancaman razia itu justru para penimbun obat akan segera menyembunyikan obat-obatan yang ditimbun.

"Razia kok kasih tahu 3 hari lagi... ya bisa dipindah dan diumpetin... masa razia dikasih tahu," cuit Susi di akun Twitter resmi @susipudjiastuti, Selasa (6/7/2021).