Minggu,  24 October 2021

Kampanye Pemilu 7 Bulan, KPU Harus Pikir Dampaknya...

NS/RN
Kampanye Pemilu 7 Bulan, KPU Harus Pikir Dampaknya...
Ilustrasi

RN - Kampanye Pemilu 2024 bakal lama. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan waktu kampanye selama 7 bulan. 

Jika 7 bulan harus dipikirkan bahaya konfliknya? diketahui, ini berbeda dengan rencana awal, yakni kampanye digelar selama 4 bulan.

"Dengan durasi kampanye pemilu selama 120 hari yaitu 21 Oktober 2023-17 Februari 2024 maka proses pengadaan yang berkaitan dengan calon hanya berlangsung selama kurang lebih 4 bulan," kata Ketua KPU, Ilham Saputra, dalam rapat bersama Komisi II DPR RI, Kamis (16/9/2021).

BERITA TERKAIT :
Beringin Optimis Menang dan Usung Airlangga Nyapres 2024, Ini Wejangan Akbar Tanjung
PKS Sarankan Pemerintah Ikuti KPU Soal Jadwal Pemilu 2024

Ilham mengatakan penambahan durasi kampanye menjadi 7 bulan ini ditujukan untuk menghindari potensi keterlambatan pengiriman logistik ke TPS. Dia mengatakan durasi masa kampanye selama 7 bulan itu sama dengan Pemilu 2019.

"Oleh karenanya usulan KPU kita menambahkan durasi kampanye dengan menyamakan durasi kampanye pada pelaksanaan pemilu 2019 yaitu selama 209 hari atau 7 bulan untuk menghindari potensi tidak tepatnya logistik datang ke TPS," ujarnya.

Dalam waktu 7 bulan itu, KPU bakal melakukan proses pengadaan logistik selama 1 bulan. Durasi tersebut termasuk potensi penambahan waktu jika ada gagal lelang 2 bulan,

"Lalu pelaksanaan pekerjaan ini termasuk proses produksi sampai pengiriman kabupaten kota 3 bulan, pengelolaan gudang itu 50 hari," kata Ilham.

Komisi II hari ini tengah menggelar rapat bersama KPU, Bawaslu, dan DKPP serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang hadir langsung dalam rapat. Rapat membahas persiapan pelaksanaan Pemilu 2024.