Selasa,  07 December 2021

DPP PIKI Diminta Ikut Kawal RUU Penanggulangan Bencana

BCR
DPP PIKI Diminta Ikut Kawal RUU Penanggulangan Bencana

RN - Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2021, Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) mengadakan webinar “Peran Intelektuall Dalam Membangun Ketangguhan Menghadapi Bencana". 

Secara khusus acara ini menyoroti peran  pentahelix dalam upaya mengurangi risiko bencana.
 
Ketua Umum DPP PIKI, Badikenita Putri Sitepu dalam sambutannya menyampaikan, 
sebagai unsur pentahelix, akademisi dan intelektual memiliki peran khusus yang sangat bermanfaat bagi hadirnya ketangguhan bangsa menghadapi bencana.  

Pada kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction tahun 2009 di Geneva, Prof. Syamsul Maarif kepala BNPB waktu itu  menyatakan, jangan lagi menyebut Indonesia sebagai Negeri Supermarket Bencana, tapi harus mulai dengan paradigma baru yaitu negeri Indoensia sebagai Laboratoriuml Bencana. 

BERITA TERKAIT :
Masjid Harus Siap Hadapi Bencana, Ini Saran Eks Wapres JK 

“Kita bisa menghadirkan ketangguhan bangsa menghadapi bencana dengan kelimuan yang relevan dengan air dan tanah yang kita hidupi bersama,” kata Badikenita Putri. 
 
Kegiatan webinar ini juga dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum Pengurus Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Harkunti Pertiwi. 

Paparan kunci (keynote speech) oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Lilik Kurniawan menekankan pentingnya peran ilmuwan dan peneliti menghasilkan karya dan kerja dalam mengurangi risiko bencana dalam mengisi perannya dalam pentahelix. Ia juga mendorong agar DPP PIKI turut mengawal pembahasan RUU Penanggulangan Bencana yang sedang dibahas di Komisi VIII DPR RI. 

Pembicara lainnya yang tidak kalah penting adalah Suprayoga Hadi sebagai Ketua 1 IABI Bidang Kerja Sama sekaligus Deputi 2 Kantor Sekretariat Wakil Presiden yang membahas peran IABI sebagai “Center of Excellence”dalam mengedepankan pemikiran kritis kebencanaan.

Ketua Pusat Studi Kebencanaan Universitas Kristen Satya Wacana, Wilson Therik berbagi tentang praktik baik kajian kebencanaan yang bisa dilakukan oleh universitas. 

Sebagai pembicara pamungkas, Prof Dr Syamsul Maarif, sebagai inisiator lahirnya konsep keilmuan dalam upaya menanggulangi bencana pada waktu menjabat sebagai kepala BNPB menjabarkan pentingnya peran keilmuan untuk dapat mengurangi risiko bencana serta bagaimana sebagai bangsa dan negara harus dapat terus melakukan kajian dan memutakhirkan data kajian dan penelitian.

"Intelektual memiliki peran strategis untuk membangun ketangguhan menghadapi bencana dengan asupan pemikiran kritis, pengembangan kapasitas dan advokasi kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah. Oleh karenanya perlu dimaksimalkan peran akademisi di Indonesia untuk dapat terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dan berkolaborasi bersama dengan berbagai elemen bangsa yang ada," tuturnya. 

Melalui keterlibatan strategis ini, Syamsul Maarif berharap kerja sama DPP PIKI dan IABI bersama BNPB ini tidak hanya di tingkat nasional tapi juga sampai ke level kabupaten/kota dapat membangun upaya ketangguhan dalam kebencanaan yang bukan saja menguntungkan secara kelembagaan tetapi juga memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi komunitas yang ada disekitarnya sekaligus mendukung pemerintah pusat dan daerah.

#KIPI   #IABI   #Bencana