Selasa,  25 January 2022

Pinjol Kepala Batu, Janda Gantung Diri Akibat Aksi Teror 

NS/RN/NET
Pinjol Kepala Batu, Janda Gantung Diri Akibat Aksi Teror 
Ilustrasi

RN - Walau sudah dirazia dibeberapa tempat tapi aksi pinjaman online alias pinjol masih merajalela. Kali ini yang menjadi korban adalah seorang janda.

Ibu dua anak berinisial JB ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di bilangan Cinere, Kota Depok. Motifnya diduga masalah hutang pinjaman online (Pinjol). 

Kapolsek Cinere, AKP Suparmin menyatakan, bahwa JB ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar mandi pada Senin 1 Oktober 2021. 

BERITA TERKAIT :
Berkunjung ke Palmerah, Kamrussamad Dicurhati Warga
Waduhh! Jerinx SID Dikabarkan Ingin Bunuh Diri

"Jadi anaknya bangun pagi tidak melihat ibunya, lalu anaknya melapor ke neneknya (orang tua). Ketika masuk neneknya kaget lihat anaknya sudah gantung diri," ujar AKP Suparmin, Selasa (2/11/2021). 

Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diperoleh dari keluarga, Suparmin mengatakan bahwa korban merupakan seorang janda yang meninggalkan dua anak, karena tak mampu membayar hutang dari pinjol atau pun per orangan. 

"Motif masalahnya dia punya hutang dengan pinjol dan juga per orangan. Tidak bisa membayar. Dia juga janda punya dua anak," imbuh Suparmin. 

Sementara itu, sebelum ditemukan tewas JB juga telah meninggalkan sebuah pesan kepada keluarganya. Isi pesan tersebut adalah permintaan maaf, terlebih juga menitipkan kedua anaknya kepada keluarga.

Pinjol memang kepala batu. Bukan hanya seorang ibu, tapi para penagih utang pinjol juga nekat meneror seorang jenderal polisi. 

Anehnya, sang jenderal merasa tidak pernah memiliki utang kepada aplikasi tempat penagih bekerja. Sang jenderal yang menerima teror tersebut adalah Brigjen Pol Krishna Murti.

Pengakuan ini diungkap Brigjen Pol Krishna Murti melalui akun media sosial Instagram miliknya @krishnamurti_bd91.

Awalnya, Brigjen Pol Krishna Murti sempat tidak terlalu menggubris tentang permintaan penagihan utang. Karena memang tidak pernah sama sekali meminjam uang dari pinjol ilegal.

Namun, pelaku pinjol ilegal itu terus menghubungi dengan nada pengancaman.