Rabu,  07 December 2022

Masya Allah, Bogor Kini Jadi Langganan Bencana

RN/NS
Masya Allah, Bogor Kini Jadi Langganan Bencana
Ilustrasi

RN - Bogor kini menjadi langganan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada 21 kejadian bencana alam yang terjadi sejak Sabtu (16/7).

Dari 21 kejadian, banjir merupakan kejadian yang paling banyak terjadi dengan total 11 kejadian.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan ada sejumlah kecamatan se-Kabupaten Bogor yang dilanda banjir mulai dari malam hingga pagi ini. Daerah yang dilanda banjir ialah, Kecamatan Dramaga, Kemang, Sukaraja, Rancabungur, Bojonggede, Gunung Putri, Cibinong, Cigudeg, dan Jasinga.

BERITA TERKAIT :
Banjir Sepi Bully, HBH Tak Seapes Anies Dan Ahok
Sunter Hulu Mau Meluap, Kelapa Gading Dan 20 Wilayah Waspada Banjir

Menurut Jalaludin, setiap desa yang terdampak banjir memiliki ketinggian air yang berbeda-beda. Kendati demikian, satu per satu wilayah terdampak banjir kini sudah surut.

“Ketinggian air bervariasi setiap desa. Semua wilayah sampai pagi ini sudah mulai surut. Sisanya tinggal Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri yang masih dalam pengawasan,” kata Jalaludin kepada Republika, Sabtu (17/7/2022).

Saat ini, kata dia, rata-rata warga perlu menjemur peralatan rumah tangga yang basah dan terendam. Lantaran banjir yang melanda ada yang mencapai ketinggian dada orang dewasa.

Sedangkan, lanjut Jalaludin, untuk kejadian longsor tercatat ada sembilan kejadian di sejumlah kecamatan. Yakni Kecamatan Dramaga, Kemang, Cilebut, Cibinong, Gunung Putri dan Citeureup.

“Salah satu rumah di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, dikosongkan khawatir terjadi longsor susulan,” tambahnya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko, mengatakan salah satu titik banjir di Perumahan Ambar Waringin, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede mengalami banjir hingga setinggi dada orang dewasa.

Dari data BPBD Kabupaten Bogor, di perumahan tersebut 140 rumah terdampak banjir. Rumah tersebut diisi oleh total 140 Kepala Keluarga (KK) dengan 560 jiwa. Sementara itu, jika ditotal jumlah warga Kabupaten Bogor yang terdampak bencana alam sebanyak 4.084 KK dengan 16.240 jiwa.