Senin,  24 June 2024

Jaksa Tekan Dan Arahkan Saksi, Bukti Kalau Ade Yasin Tidak Bersalah

RN/NS
Jaksa Tekan Dan Arahkan Saksi, Bukti Kalau Ade Yasin Tidak Bersalah
Ade Yasin.

RN - Sidang kasus dugaan suap auditor BPK Jawa Barat berlangsung aneh. Jaksa KPK terkesan mencari-cari masalah untuk menyeret nama Bupati Nonaktif Ade Yasin.

Sidang yang sudah berjalan sembilan kali itu belum ada satu saksipun yang menyebut kalau Ade Yasin terlibat suap BPK. Dari keterangan beberapa saksi, kalau pemberian uang bukan atas perintah Ade.

Bahkan, saksi menyebut kalau inisiatif yang meminta uang adalah oknum auditor BPK. Jaksa yang terus mengorek keterangan delapan saksi yang dihadirkan mengenai kaitan Ade Yasin dengan Ihsan Ayatullah membuat hakim murka.

BERITA TERKAIT :
Korupsi Jual Beli Gas Di PT PGN Ngeri, KPK Mulai Serius Membidik 
Buron Harun Masiku, Staf Sekjen PDIP Akui Pernah Ketemu

Jaksa ditegur hakim karena berusaha mengarahkan keterangan saksi. Padahal Ihsan kembali menegaskan dirinya tidak pernah disuruh Ade Yasin.

Sementara Komunikolog Politik dan Hukum Nasional, Tamil Selvan menilai, indikasi kesan mencari kesalahan dan menyeret keterlibatan Ade Yasin adalah salah satu bukti kalau KPK tidak cermat.

Tamil meminta KPK agar tidak malu membebaskan Ade Yasin dari seluruh tuduhan. Karena seluruh saksi yang dipanggil dalam sidang tidak ada satupun yang menyebut adanya keterlibatan Ade Yasin.

"Saya harap Jaksa KPK juga tidak mencari-cari masalah dan menyeret-nyeret nama Ade. Karena, sungguh ironis jika sebuah kasus hukum terkesan dibuat-buat atau dicari-cari," ujarnya, Selasa (23/8).

Diketahui, sidang dugaan suap BPK Jabar di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (22/8) menghadirkan delapan saksi yaitu pegawai honorer Dinas PUPR Diva Medal Munggaran, Ketua Kadin Kabupaten Bogor Sintha Dec Chechawaty, Direktur PT Kemang Bangun Persada Sunaryo dan Direktur CV Raihan Putra Joharudin Syah.

Selain itu wiraswasta Lai Bui Mun atau Anen, Direktur PT Sabrina Jaya Abadi Sabrin Amirudin, Owner CV Dede Print Dede Sopian dan ajudan Bupati Ade Yasin, Anisa Rizki. Dalam sidang ini saksi Sunaryo terlambat hadir karena alasan sakit.

Dari delapan saksi ini, saksi Dede Sopian dan Anisa Rizki paling banyak dicecar Jaksa KPK untuk membuktikan peranan Ade Yasin.

Jaksa Tonny Frenky Pangaribuan misalnya berusaha mencari peranan Ade Yasin dengan menekan saksi Dede Sopian atau Dede Print untuk mengakui kedekatan Ihsan dengan Ade Yasin.

Namun kondisi ini justru dibantah saksi Dede bahwa Ihsan tidak ada kedekatan dengan Ade Yasin. "Yang saya tahu mereka tidak dekat, buktinya Ihsan tidak jadi dilantik," ungkap Dede.

Kondisi ini sempat membuat Jaksa Frenky dua kali ditegur Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih karena dinilai menekan saksi.

"Sudah...sudah, saksi kan sudah menyatakan dengan jelas, ganti pertanyaan lain," tegur Hera.

Seperti diketahui dalam kasus dugaan suap auditor BPK Jabar ini Jaksa KPK masih mengalami kesulitan membuktikan adanya perintah Ade Yasin kepada Ihsan Ayatullah yang menjadi tersangka.

Sudah 35 saksi dihadirkan namun belum satupun yang menyatakan Ade Yasin memerintahkan suap. Justru dalam persidangan terungkap oknum BPK Jabar lebih aktif melakukan usaha pemerasan dengan memanfaatkan Ihsan Ayatullah.

Menariknya lagi dalam sidang kali ini, Ihsan Ayatullah kembali menegaskan dirinya tidak pernah mendapat perintah dari Ade Yasin.

Menanggapi hal ini, Pengacara Ade Yasin, Dinalara Butar Butar mengungkapkan, hingga kini dakwaan KPK lemah untuk menjerat Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin.

"Lemah dan tidak ada kaitannya, saya yakin Ibu Ade Yasin bebas," tegas Dinalara.