Minggu,  02 October 2022

Si Penjual Es Tersangka, Bjorka Ledekin Dark Tracer: Mungkin Anak Ini Disiksa dan Dipaksa Ngaku

Tori
Si Penjual Es Tersangka, Bjorka Ledekin Dark Tracer: Mungkin Anak Ini Disiksa dan Dipaksa Ngaku

RN - Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21) sudah ditetapkan menjadi tersangka karena diduga hacker Bjorka.

Mabes Polri resmi menetapkan MAH pada Jumat (16/9/2022). Meski berstatus tersangka, penjual es asal Madiun ini tak ditahan.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sebelumnya membenarkan ada penangkapan diduga hacker Bjorka di Madiun, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan timsus bentukan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

BERITA TERKAIT :
Bos Judi Ngumpet Di Singapura, Tim Pemburu 303 Jangan Masuk Angin Ya
PC Ditahan Publik Apresiasi Kapolri, JARI’98: Presisi Bukan Isapan Jempol

Tim terdiri dari Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), dan Badan Siber Sandi Negara (BSSN). "Sekarang masih bekerja. Tentunya apa yang dilakukan nanti disampaikan lebih lanjut oleh timsus," kata Dedi di Gedung Humas, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Sementara itu, Bjorka mengejek penyedia layanan intelijen darkweb, Dark Tracer yang diduga memberi informasi sesat soal identitasnya.

"Dark tracer guy after seeing that i am still active and they realized they gave wrong information to the Indonesian government but in the meantime they have paid. (Orang Dark Tracer setelah melihat bahwa saya masih aktif dan mereka menyadari bahwa mereka memberikan informasi yang salah kepada pemerintah Indonesia tetapi sementara itu mereka telah dibayar)," tulis Bjorka di grup Telegram, sambil menambahkan animasi menangis, dikutip hari ini.

Bjorka menganalisa kemungkinan anak yang dituduh sebagai dirinya tersebut dipaksa mengaku. "Meanwhile this kid may be being tortured into confessing by the Indonesian government. don't you feel ashamed, people from dark tracer? (sementara itu anak ini mungkin sedang disiksa dan dipaksa mengaku oleh pemerintah Indonesia. apa kalian tidak malu, orang-orang dari dark tracer?)," katanya.

Bjorka menyebut bocah Madiun itu tidak memiliki laptop dan hanya bekerja sebagai penjual es. "The kid doesn't even have a laptop or a computer and he is just an ice seller (anak itu bahkan tidak memiliki laptop atau komputer dan dia hanya penjual es)," tulis Bjorka.

Mahfud sebelumnya menyebut pihaknya telah mengidentifikasi hacker Bjorka. Identifikasi itu mencakup sosok dan lokasi Bjorka. Pemerintah dan Polri memiliki alat untuk melacak peretas data 1,3 miliar kartu layanan seluler (SIM) itu.