Minggu,  02 October 2022

Rebutan Kursi Pj Gubernur DKI Jadi Bursa Taruhan, Ayo Tebak Bahtiar Apa Heru?

RN/NS
Rebutan Kursi Pj Gubernur DKI Jadi Bursa Taruhan, Ayo Tebak Bahtiar Apa Heru?

RN - Jabatan Gubernur DKI Jakarta memang seksi. Banyak orang mulai bermanuver untuk menduduki kursi bekas Anies Baswedan.

Masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI akan berakhir pada 16 Oktober 2022. Pada 13 September 2022, DPRD DKI Jakarta menyepakati tiga nama untuk diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai calon pj gubernur DKI.

Mereka adalah Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Marullah Matali, dan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri ahtiar Baharuddin.

BERITA TERKAIT :
Bahtiar Salip Heru, Calon Kuat Pj Gubernur DKI
Siapa Pj Gubernur DKI, Ujungnya Ada Di Jokowi

"(Nama-nama) belum sampai ke saya, mungkin baru sampai ke Mendagri," ungkap Jokowi kepada wartawan, Selasa (20/9).

Dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab) DPRD DKI Jakarta tersebut, Heru dan Marullah masing-masing mengantongi sembilan suara. Artinya seluruh fraksi di DPRD DKI yang berjumlah sembilan fraksi memilih dua figur tersebut. Setelah terpilih tiga nama usulan dari DPRD DKI, kewenangan akhir ada di tangan Jokowi yang akan memilih satu orang sebagai pj gubernur DKI.

Jokowi melanjutkan, pihaknya sudah memiliki banyak kriteria bagi seseorang yang akan ditunjuk sebagai penjabat (pj) gubernur DKI Jakarta selaku pengganti Anies Rasyid Baswedan. Meski begitu, ia tidak menyebut nama yang bakal dipilih untuk menjabat posisi DKI 1 sampai 2024 itu.

"Saya kira kriterianya banyak sekali, nanti saja kalau sudah, nanti kita putuskan," kata  Jokowi di Pintu Gerbang Gabus, Kecamatan Cibitung, kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2022).

Selain dari DPRD DKI, Kemendagri juga mengusulkan tiga nama sehingga total akan ada enam nama yang diusulkan kepada Jokowi. Nama usulan dari Kemendagri bisa sama dengan tiga nama yang diusulkan DPRD DKI atau berbeda.

Bahtiar Kuat

Nama Bahtiar tidak bisa dianggap enteng. Dengan dukungan enam Fraksi DPRD DKI. Dia dikenal sebagai pejabat yang paham birokrasi.

Dia dipercaya sebagai Dirjen Polpum Kemendagri sejak 27 Juli 2020. Sebelumnya, dia menjadi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri.

Pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini menapaki karier di Kemendagri mulai dari Kasubdit Ormas Ditjen Polpum. Lulusan STPDN Jatinangor 1995 ini kemudian diangkat menjadi Kapuspen. Dia juga pernah menjabat Kabag Perundang-Undangan Ditjen Polpum Kemendagri. Bahtiar pun aktif dalam perumusan peraturan perundangan-undangan terkait kepemiluan.

Kini namanya menguat. Di kalangan aktivis dan birokrat Jakarta nama Bahtiar kini jadi bursa taruhan.

"Posisi taruhan sudah imbang antara Heru dan Bahtiar. 50 persen lawan 50 persen lah," tegas seorang PNS di Balai Kota yang namanya enggan disebutkan, Selasa (20/9).