Jumat,  23 February 2024

PB WI Pastikan Bonus Atlet Berprestasi di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Tori
PB WI Pastikan Bonus Atlet Berprestasi di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022
Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022, Gunawan Tjokro saat memberikan keterangan pers di Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-8 di Tangerang, Sabtu (10/12/2022)/Pengprov WI DKI Jakarta

RN - Sudah menjadi tradisi Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) ketika ada atlet wushu Indonesia yang meraih prestasi.  

Makanya, Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022, Gunawan Tjokro memastikan adanya bonus buat para atlet berprestasi pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior edisi ke-8 yang telah resmi ditutup oleh Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, kemarin.

"Tentu kita akan berikan bonus. Namun, kita tidak menyebut jumlahnya di sini. Apresiasi bagi atlet berprestasi sudah menjadi tradisi PB WI," kata Gunawan Tjokro.

BERITA TERKAIT :
Gandeng TNI, PT. Arwana Citramulia Tbk Gelar Kejuaraan Tenis Meja Piala Kasad di Markas Kopassus
Presiden IBA Minta Indonesia Gelar Kejuaraan Tinju Dunia

Indonesia menempati peringkat ketiga dengan mengoleksi 10 emas, 2 perak dan 5 perunggu.

Kontingen Wushu Iran merebut gelar juara umum dengan 13 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Sedangkan China yang mengoleksi 10 emas, 3 perak, dan 2 perunggu menempati posisi kedua.

"Sebagai tuan rumah, Indonesia patut bersyukur berhasil menempati posisi tiga besar dengan torehan 10 medali emas, 2 perak dan 5 perunggu," katanya.

Gunawan Tjokro juga menyatakan bersyukur penyelenggaraan  Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Bahkan, para atlet dan ofisial dari luar negeri disambut dan dilayani dengan sangat baik sejak kedatangan hingga kepulangan ke negara masing-masing.

"Puji Tuhan kita sudah sama-sama saksikan hari ini pertandingan (Wushu -red) dunia junior sudah berakhir dengan baik. Kita sudah jalani sama-sama dengan mendapatkan hasil terbaik dari semua pihak, baik dari pemerintah, Kemenpora, PB WI kemudian dari semua yang terlibat," ungkap Gunawan.[]