Selasa,  05 March 2024

Wah, Nama Pak Menpora Masuk Bursa Pengurus Baru PSSI

ERY
Wah, Nama Pak Menpora Masuk Bursa Pengurus Baru PSSI
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali - Net

RN – Daftar bakal calon pengurus PSSI yang terdiri dari calon Ketua Umum (Caketum), calon Wakil Ketua Umum (Cawaketum) dan calon Komite Eksekutif (Exco), telah beredar di media sosial. Ada nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

Hal ini diketahui dari pengumuman yang dibacakan Amir Burhanudin selaku Ketua Komisi Pemilihan di kantor PSSI, GBK Arena pada Senin, 16 Januari malam WIB. Ia menyebut Zainudin Amali masuk dalam daftar bakal cawaketum PSSI bersama 17 nama lain.

“Terdapat 17 calon Wakil Ketua Umum yang terdiri dari dua perempuan dan 15 laki-laki,” sebut Amir Burhanudin saat menyampaikan daftar nama. “Yang ke-17 Bapak Zainudin Amali (Menpora),” sambung dia.

BERITA TERKAIT :
Eks Menpora Imam Nahrawi Hirup Udara Bebas, Cepet Banget Keluar Dari Penjara?
Dempet Dengan Pilkada, PON Aceh-Sumut Terancam Ditunda Atau Mundur...

Soal nama Menpora yang masuk daftar calon Wakil Ketua Umum PSSI, ia membeberkan jika Zainudin Amali mendaftarkan diri pada Senin, 16 Januari melalui stafnya.

“Beliau melalui stafnya datang ke kantor PSSI sekitar pukul 12 siang. Beliau menyampaikan kesediaan mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Ketua Umum,” kata Amir.

Kendati masuk dalam daftar bakal Cawaketum, tapi nama Zainudin Amali belum otomatis bisa diajukan. Sebab masih ada proses seleksi yang harus dijalani.

“Nanti akan kita konfirmasi dengan syarat lain termasuk beberapa anggota yang mencalonkan diri. Sebab syarat untuk mencalonkan harus ada dukungan minimal satu anggota PSSI,” jelasnya.

Dalam pengumuman ini, Amir Burhanudin juga menjelaskan bahwa ada lima nama calon Ketua Umum yang semuanya laki-laki. Mereka adalah La Nyalla Mattalitty, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi. Erick Thohir dan Fary Djemi Francis.

Sementara untuk calon Exco ada 78 nama. Namun semua data yang masuk ditegaskan Amir masih merupakan data mentah.

“Dari data yang masuk ke kami, ini masih data mentah. Artinya kemungkinan ada nama ganda dsb karena kami memang belum membuka berkas satu-satu, karena kalau begitu sudah termasuk verifikasi,” ujarnya.