Minggu,  23 June 2024

Parpol Pro Jokowi Gak Ada Yang Serius, Yusril Siap Jadi Ban Serep Puan

RN/NS
Parpol Pro Jokowi Gak Ada Yang Serius, Yusril Siap Jadi Ban Serep Puan

RN - Yusril Ihza Mahendra siap dijadikan ban serep. Ketum PBB itu didorong untuk berduet dengan Puan Maharani.

Hingga saat ini, baru PBB yang serius secara terbuka menawarkan diri emuntuk koalisi dengan PDIP. Sementara partai pro pemerintah lainnya sudah membangun koalisi sendiri.

Gerindra dengan PKB mengusung Prabowo dan Cak Imin. Golkar, PPP dan PAN membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

BERITA TERKAIT :
Suami BCL Bakal Digarap Polisi Lagi, Kasus Duit Rp 6,9 Miliar 
Megawati Dilarang Pensiun, Disuruh Jadi Ketum Lagi Sampai 2030

Heboh duet Yusril dan Puan berawal dari Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor. Dia mengunggah poster wacana koalisi partainya dengan PDIP. Afriansyah mengaku pihaknya mendorong duet Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra di Pilpres 2024.

Ada dua poster yang diunggah Afriansyah di media sosialnya. Poster pertama memperlihatkan logo PDIP dan PBB dengan tulisan 'koalisi'. Sementara, di poster lainnya tampak foto Puan bersanding dengan Yusril.

"Semoga pasangan ini bisa terwujud untuk 2024-2029," kata Afriansyah saat ditanya soal poster unggahannya itu.

Afriansyah mengatakan saat ini PBB masih terus melakukan penjajakan kerja sama politik dengan PDIP. Menurutnya, penjajakan kerja sama ini mendapat respons positif dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Kami sekarang kerja sama gugat MK untuk proporsional tertutup dan kami juga penjajakan soal koalisi. PBB siap jadi wakilnya PDIP. PDIP Pak Hasto merespons positif," ujarnya.

Saat ditanya kapan akan resmi berkoalisi, Afriansyah mengatakan upaya itu masih terus berproses.

"Sekarang kami sedang penjajakan dan terus komunikasi. Proses terus berjalan. Nasionalis, PDIP, dan Islam moderat, PBB," ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) ini.

Sementara PDIP menyambut positif kerja sama politik yang diwacanakan Partai Bulan Bintang (PBB) jelang Pilpres 2024. PDIP menunggu keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri soal duet Puan Maharani-Yusril Ihza Mahendra.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan terlebih dahulu bahwa di dalam sistem presidensial saat ini yang ada adalah konsepsi tentang kerja sama partai politik. Banyak latar belakang sehingga terciptanya kerja sama partai.

"Dalam perspektif teoritis, kerja sama dilakukan atas kesamaan ideologi, platfom, aspek historis, dan kesesuaian agenda politik, juga karena kesesuaian basis massa. Kerja sama inilah yang sekarang dilakukan dengan parpol yang mengusung Pak Jokowi-KH Maruf Amin," kata Hasto kepada wartawan, Kamis (26/1/2023).

Hasto mengakui bahwa PDIP memiliki kesamaan agenda politik dengan PBB, khususnya soal ancang-ancang sistem proporsional tertutup atau pemilu coblos partai. Ditambah, PDIP dan PBB memiliki irisan sejarah.

"Apa yang dilakukan dengan PBB adalah kesesuaian agenda, khususnya kesesuaian pandangan dan kesamaan terhadap pelaksanaan sistem pemilu proporsional tertutup. Selain hal itu, dalam perspektif historis, basis PBB adalah Partai Masyumi yang juga sebagaimana PNI, memiliki rekam jejak sejarah perjuangan panjang bagi Indonesia merdeka," ujarnya.