Minggu,  21 April 2024

Tebakan Yu, Hasyim Jatuh Gak Dari KPU Soal Isi Chat Ke Wanita Emas?

RN/NS
Tebakan Yu, Hasyim Jatuh Gak Dari KPU Soal Isi Chat Ke Wanita Emas?

RN - Ketua KPU RI Hasyim Asyari menjadi bulan-bulanan protes. Aksi protes itu setelah chatnya terungkap.

Chat Hasyim dengan Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas terkesan pelecehan. Kini Hasyim didesak mundur. 

Hasyim enggan menanggapi putusan DKPP ini. Dia hanya mau memberikan penjelasan kepada awak media terkait isu pemilu lainnya.

BERITA TERKAIT :
KPU DKI Buka Pendaftaran PPK, Awas Kader Parpol Cawe-Cawe 
Hasyim Asy'ari Kena Masalah Asusila Lagi, Korbannya Anggota PPLN, Apakah Ketua KPU Selamat Dari DKPP?

Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai bagian dari Koalisi Kawal Pemilu Bersih menilai, Hasyim pantas mundur dari jabatannya karena dua kali berturut-turut terbukti melanggar kode etik. Apalagi, pelanggaran terakhir terkait skandal Hasyim dengan Wanita Emas.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menjelaskan sejumlah ketentuan yang menjadi landasan mengapa Hasyim layak mundur. Pertama, Pasal 21 ayat (1) huruf d UU Pemilu yang menyatakan bahwa syarat menjadi anggota KPU RI adalah mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memang memutuskan Hasyim melanggar kode etik sebanyak dua kali dalam sepakan terakhir. Pada Kamis, 30 Maret 2023, DKPP menyatakan Hasyim terbukti melanggar kode etik karena memprediksi Mahkamah Konstitusi bakal memutuskan pemilihan legislatif (pileg) kembali menggunakan sistem proporsional tertutup. Hasyim dijatuhi sanksi peringatan.

Empat hari berselang atau 3 April 2023, DKPP kembali menyatakan Hasyim melanggar kode etik. Musababnya, Hasyim terbukti pernah bepergian dan kerap berkomunikasi terkait urusan pribadi dengan Wanita Emas.

Mereka berduaan pergi ke Yogyakarta saat KPU sedang melakukan verifikasi administrasi terhadap Partai Republik Satu sebagai syarat untuk menjadi peserta Pemilu 2024. Atas skandal tersebut, Hasyim dijatuhi sanksi peringatan keras terakhir.

Sidang DKPP

Anggota DKPP, Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, terkuak fakta bahwa Hasyim dan Hasnaeni aktif berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp alias WA. Mereka bertukar kabar setiap hari terkait hal-hal yang tidak berhubungan dengan pemilu.

Dewi lantas mengungkap isi pesan yang dikirimkan Hasyim kepada Hasnaeni. Salah satunya yakni "Nanti malam, dirimu keluar bawa mobil sendiri. Jemput aku, kita jalan berdua, ziarah keliling Jakarta".

Pesan lain dari Hasyim yakni, "Bersama KPU kita bahagia, bersama Ketua KPU saya bahagia". Ada juga pesan seperti ini: "Udah jalan ini menujumu", lalu "Hati-hati, selalu jaga diri dan jaga kesehatan selalu", serta "Kalau ada sesuatu yang diperlukan malam ini, kontak aja, saya standby, siap merapat".

Dewi mengatakan, percakapan mereka menunjukkan adanya kedekatan secara pribadi. Bukan percakapan antara Ketua KPU dan ketua partai politik terkait kepentingan kepemiluan.

Sebagai catatan, Hasnaeni mendalilkan Hasyim melecehkan dirinya dengan iming-iming bakal meloloskan partainya sebagai peserta pemilu. KPU RI pada 14 Oktober menyatakan Partai Republik Satu tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2024. Sekitar dua bulan usai dinyatakan tidak lolos, barulah Hasnaeni mengungkap dugaan pelecehan seksual tersebut dan membuat aduan ke DKPP.