Rabu,  17 April 2024

Mahfud Dan Beberapa Menteri Mundur, Opung Luhut Jangan Bikin Panas Dong

RN/NS
Mahfud Dan Beberapa Menteri Mundur, Opung Luhut Jangan Bikin Panas Dong
Luhut Binsar Panjaitan.

RN - Rencana Mahfud bakal mundur masih simpang siur. Cawapres nomor 3 itu masih menunggu momen tepat. 

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sepertinya geregetan dengan isu menteri mundur. Luhut mempersilahkan jika ada menteri yang ingin mundur.

Mulanya, Luhut menjawab seperti dengan nada sinis.  Dia mengatakan menteri tersebut sudah ditawarkan untuk mundur dari kabinet, tetapi tak kunjung melepaskan jabatannya.

BERITA TERKAIT :
Sebut Jokowi-Gibran Gak Bisa Kerja, Opung Luhut Minta Ahok Lihat Pakai Kepala 
Mahfud Mundur, Tito Ketiban Berkah Dan Kini Jabat Menko Polhukam

"Silakan saja mundur. Sudah ditawari mundur enggak mundur-mundur," ucap Luhut di Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Jumat (26/1).

Akan tetapi, ia tak menegaskan ucapan tersebut merujuk ke menteri yang mana. Luhut pun tak menjawab pertanyaan soal siapa pembantu Jokowi yang ditawarkan untuk melepaskan jabatannya tersebut.

Selain Mahfud ada juga nama Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mundur.

Saat ditanya apakah itu Menkeu Sri Mulyani, Luhut membantah. Dia mengatakan bahwa sang Bendahara Negara masih baik-baik saja dalam bertugas sebagai pembantu Jokowi.

"Enggak ada (Sri Mulyani mundur dari kabinet Jokowi), saya masih ketemu baik kok," tegas Luhut yang beranjak masuk ke mobil.

Isu kemunduran Sri Mulyani dan Basuki Hadimuljono mulanya diembuskan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri. Sang ekonom kecewa dengan pemerintahan Jokowi yang dianggap memihak ke pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Terkait dengan masalah mundur, Menko Polhukam Mahfud MD justru menyatakan dirinya akan mundur namun belum dijelaskan kapan waktunya. Mahfud adalah peserta Pilpres 2024 dan calon wakil presiden nomor urut 3 yang mendampingi Ganjar Pranowo.

"Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik sore ini adalah kesepakatan saya dengan Pak Ganjar sejak awal," dalam 'Tabrak Prof' di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1)

"Bahwa, saya pada saatnya yang tepat nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik. Jadi tidak ada pertentangan dengan Pak Ganjar," katanya.

Sementara Ganjar Pranowo mendukung wakilnya, Mahfud Md mundur sebagai Menko Polhukam. Ganjar mensuport agar menjadi contoh yang lain. 

Diketahui saat ini Prabowo masih menjabat sebagai Menhan dan Gibran Rakabumingraka menjabat Wali Kota Solo. 

"Saya support penuh, karena ini akan menjadi contoh bagi yang lainnya," kata Ganjar di Stadion Golo Dukal, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/1/2024).

Ganjar mengatakan keputusan Mahfud untuk mundur itu telah didiskusikan bersama. Diapun menghormati keputusan Mahfud.

"Ya kami sudah diskusi berdua dan sebenarnya sudah panjang dan saya hormat, respect betul pada beliau," ujarnya.

Ganjar menuturkan keputusan untuk mundur itu sudah menjadi rencana sejak lama. Ganjar menyebut saat ini Mahfud tengah menunggu momen yang tepat untuk menyampaikan pengunduran dirinya.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan saat ini Mahfud masih menuntaskan tugas-tugasnya. Ganjar pun berharap tugas-tugas itu dapat segera diselesaikan oleh Mahfud.

Secara terpisah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan pihaknya belum menerima surat pengunduran diri dari Mahfud.

Hal itu disampaikan Pratikno saat menjawab soal beredar kabar Mahfud akan mengajukan surat pengunduran diri hari ini.

"Sampai saat ini, kami belum menerima surat pengunduran diri Prof Mahfud Md sebagai Menko Polhukam," kata Pratikno kepada wartawan, Jumat (26/1/2024).