Minggu,  14 April 2024

Gagal Lolos Ke DPRD DKI Kena Bully, Caleg Kere Siap-Siap Aja Masuk RS Jiwa

RN/NS
Gagal Lolos Ke DPRD DKI Kena Bully, Caleg Kere Siap-Siap Aja Masuk RS Jiwa
Ilustrasi

RN - Caleg DPRD DKI Jakarta terancam setres. Mereka yang setres jumlahnya bisa mencapai ribuan politisi.  

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menetapkan daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk Pemilu 2024 sebanyak 1.818 orang. Dari jumlah ini, hanya 106 caleg yang berhak menduduki kursi empuk dewan.

Sebanyak 1.818 itu terdiri dari 1.167 laki-laki dan 651 perempuan. "Yang rawan setres itu ya caleg miskin alias kere," tegas pengamat politik Tamil Selvan kepada wartawan, Minggu (28/1). 

BERITA TERKAIT :
Target 10 Kursi PPP Jakarta Ambyar, Gerbong Syaiful Rachmat Harus Dibongkar?
AHY Teriak Mafia Tanah, Fraksi Demokrat DPRD DKI Denger Ya...

Bukan hanya setres kata Tamil, caleg-caleg gagal juga terancam masuk katagori orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). "Mimpi sudah besar, duit keluar banyak tapi gagal. Sedangkan duitnya boleh jual aset atau ngutang," ungkapnya.

Yang tragis biasanya kata Tamil, suara caleg banyak tapi gak lolos ke DPRD. "Ada yang 5 ribu suara lolos tapi ada juga yang 12 ribu gak lolos karena suara partainya kurang. Inikan nyesek dan bisa setres itu caleg," beber komunikolog politik dan hukum nasional ini. 

Untuk sekelas DKI Jakarta kata Tamil, caleg membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar sampai dengan Rp 5 miliar. "Kalau ada yang ngaku cuma habis 100 atau 200 juta bisa jadi bohong. Kalau di Jakarta berat karena yang maju caleg berduit semua," bebernya. 

Tamil menyarankan untuk caleg baru apalagi dari partai baru sebaiknya tahan mental. "Berat untuk caleg baru. Lawan incumbent pasti bonyok. Yang berat itu sudah kalah dibully lagi," ucapnya.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz sebelumnya sudah mewarning banyaknya caleg setres pasca pencoblosan 14 Februari 2024.

Azis meminta kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan layanan konseling maupun fasilitas kesehatan kejiwaan untuk calon legislatif (caleg) Pemilu 2024 yang stres karena gagal terpilih. 

"Belajar dari situasi dan kondisi di pemilu-pemilu sebelumnya, kecenderungan orang stres meningkat pascapemilu," kata Aziz dalam keterangannya, Jumat (26/1/2024).

Aziz juga mengingatkan kesiapan rumah sakit jiwa (RSJ) untuk menerima pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.

"Kami mengimbau agar Dinkes melakukan langkah-langkah antisipatif menyiapkan fasilitas kesehatan menjelang Pemilu, khususnya untuk kesehatan kejiwaan," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta sudah menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan jiwa di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit (RS) bagi peserta Pemilu 2024 yang gagal terpilih. Langkah ini sebagai antisipasi jika ada caleg alami gangguan kejiwaan.

Fasilitas ataupun layanan kesehatan khusus jiwa ini disediakan bagi peserta pemilu yang gagal terpilih terutama caleg mengingat tingkat stres yang tinggi.

- Kursi DPRD DKI Jakarta = 106 Orang

- Jumlah Caleg: 1.818 Orang (1.167 laki-laki dan  651 perempuan)

- Usia Caleg: 

201 caleg (21-30 tahun)
379 caleg (41-50 tahun) 
643 caleg (41-50 tahun)
486 caleg (51-60 tahun)
109 caleg (60 tahun)