Rabu,  17 April 2024

Kalah Hasil Quick Count, Anies-Ganjar Kompak Tunggu KPU  

RN/NS
Kalah Hasil Quick Count, Anies-Ganjar Kompak Tunggu KPU  

RN - Pasangan Prabowo-Gibran menang hasil quick count. Beberapa lembaga survei menyebut pasangan nomor 2 berpotensi menang satu putaran. 

Sementara Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya tetap mengikuti apapun yang tengah terjadi saat ini. Ia berharap semua pihak untuk tenang.

Hal itu disampaikan Ganjar sesaat sebelum meninggalkan Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud di Jalan Teuku Umar Nomor 9, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/2).

BERITA TERKAIT :
Titiek Kasih Tumpeng Ke Prabowo, Netizen: Jangan Pisah Lagi Demi Indonesia
Sowan Ke SBY, Prabowo Gak Bicara Kursi Menteri Di Cikeas? 

“Kita selalu mengikuti apapun yang ada di media ya, apa yang diberitakan. Tenang semuanya,” ucap Ganjar.

Saat ditanya soal hasil sementara hitung cepat atau quick count Pilpres 2024, Ganjar mengatakan bahwa perangkat pendukung baik di tingkat pusat hingga daerah masih terus bekerja.

“Jadi hari ini dari seluruh saksi, dari partai, mereka sekarang lagi bekerja, dan tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dan tentu saja semua masih semangat dan kita juga semangat,” tutur mantan Gubernur Jawa Tengah ini.

Ganjar menambahkan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa hingga saat ini tim internal masih melakukan pengecekan terkait penghitungan suara paslon nomor urut 3 di Pilpres 2024.

Sementara calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan tetap tenang meskipun hasil sementara quick count menunjukkan keunggulan untuk paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran.

"Jangan buru-buru, masih panjang. Santai," kata Anies di markas pemenangan Timnas Amin di di Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2).

Alih-alih berpatokan pada hitung cepat, capres yang diusung Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Kebangkitan Bangsa itu meminta semua pihak menghormati proses penghitungan suara yang belum selesai di KPU RI.

"Jangan tergiring semua serba cepat, harus sekarang, harus simpulkan sekarang. Kasih waktu untuk KPU kerja," tuturnya.

Terkait dugaan potensi kecurangan di lapangan, jagoan Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu enggan berkomentar banyak.

"Biar tim hukum saja. Nanti kita lihat," tandasnya.