Rabu,  24 April 2024

Data Suara di Kota Bekasi Berantakan, Caleg-Caleg Pusing Bin Galau 

RN/NS/YDH
Data Suara di Kota Bekasi Berantakan, Caleg-Caleg Pusing Bin Galau 
KPU Kota Bekasi, Jawa Barat.

RN - Para caleg di Kota Bekasi, Jawa Barat pusing tujuh keliling. Saat ini mereka lagi dilanda galau. 

Penyebab para caleg galau yakni adanya perbedaan data Pemilu dan Pilpres antara formulir C-1 dan Sirekap masih ngaco-ngaco. 

KPU Kota Bekasi belum menemukan berapa jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mengalami perbedaan. "Dari C-1, saya dapat 10 tapi di Sirekap kenapa hilang?," tegas salah satu caleg yang namanya enggan disebutkan, Jumat (16/2) malam.

BERITA TERKAIT :
Pilkada Pakai Sirekap, KPU Sama Saja Bikin Gaduh, Emang Jangan-Jangan Ada Titipan Calon Ya?
Jelang Pilkada, Pj Wali Kota Bekasi Minta ASN Netral 

"Kami belum melihat kembali, soalnya ada intruksi dari pimpinan dalam hal ini KPU RI kita untuk merapihkan data yang tidak sesuai. Saya belum bisa menjawab, karena belum masuk semua TPS dan yang bisa merapihkan itu dari kecamatan ataupun kota," ucap Anggota KPU Kota Bekasi, Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Eli Ratnasari, Jum'at (16/2/2024).

Lebih lanjut, Eli pun mengakui bahwa KPU Kota Bekasi mengetahui adanya perbedaan yang terjadj anatara formulir C hasil perolehan suara dengan Sirekap.

"Kami mengetahui ada persoalan ini, memang kan ada yang terbaca dan tidak. Karena kan ada beberapa tahapan tuh," ungkapnya.

Sementara, Ketua DPC PPP Kota Bekasi, H. Sholihin mengungkapkan, aplikasi sirekap hanya sebagai acuan saja, pihaknya lebih yakin kepada hasil perolehan dari C-1 plano.

"Kalau sirekap itu sebagai acuan saja, akan tetapi validnya itu C-1 plano. Kalau sirekap itu kan namanya juga aplikasi, bisa saja eror," ujarnya.