Minggu,  16 June 2024

Pemuda Pancasila Bukan Ormas Kaleng-Kaleng, 62 Kadernya Jadi Anggota DPR Dan DPD RI 

RN/NS
Pemuda Pancasila Bukan Ormas Kaleng-Kaleng, 62 Kadernya Jadi Anggota DPR Dan DPD RI 
Bambang Soesatyo

RN - Pemuda Pancasila atau PP bukan kaleng-kaleng. Tercatat ormas yang didirikan pada 28 Oktober 1959 itu berhasil mengantarkan kadernya menjadi politisi.

Tercatat ada sebanyak 62 orang. Jumlah itu diantaranya 48 anggota Pemuda Pancasila berhasil masuk sebagai anggota DPR RI dan 14 orang menjadi anggota DPD RI periode 2024-2029.

Jumlah tersebut belum terhitung yang terpilih di DPRD Kota dan Kabupaten serta Provinsi.

BERITA TERKAIT :
DPRD Desak Inspektorat DKI Publish Pengembang Nakal Di Jakarta
Kursi Ketua DPR Digoyang Lagi, Dampak PDIP Masih Galak Ke Jokowi Ya? 

"Para kader Pemuda Pancasila yang terpilih sebagai anggota legislatif di tingkat nasional dan daerah pada Pemilu 2024 berasal dari berbagai partai politik," kata Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Selasa (23/4).

Bamsoet mengatakan, hal ini membuktikan Pemuda Pancasila memiliki banyak kader yang berkompeten di dunia politik. Sekaligus menunjukan bahwa Pemuda Pancasila tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana.

Ketua MPR ini menuturkan seluruh anggota Pemuda Pancasila siap mendukung serta mengawal pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024.

Dari penelusuran berbagai sumber, pemuda Pancasila awalnya bernama Pemuda Patriotik dan menjadi sayap pemuda dari Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) yang didirikan oleh tiga perwira TNI yakni A.H. Nasution, Ahmad Yani, dan Gatot Soebroto pada 28 Oktober 1959.

Organisasi masyarakat (Ormas) yang identik dengan seragam loreng oranye ini mulanya didirikan sebagai sayap dari Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) pada Orde Lama.

Setelahnya, PP bisa melintasi berbagai rezim pemerintahan hingga saat ini. Saat awal berdiri, PP beranggotakan anak-anak tentara. 

Sebab, IPKI yang menaungi PP adalah partai besutan Jenderal Besar TNI AH Nasution dan sejumlah koleganya di keprajuritan.

Mengutip dari situs resmi Pengurus Nasional Badan Pelaksana Kaderisasi Pemuda Pancasila, organisasi itu dibangun petinggi militer dengan tujuan melindungi NKRI dari rongrongan bahaya laten komunis yang kala itu dimotori PKI.

"Setiap kader Pemuda Pancasila harus mampu mentransformasikan diri menjadi cerminan nilai-nilai luhur Pancasila dalam paradigma wawasan kebangsaan,” pungkas Bamsoet.