Sabtu,  23 January 2021

Kenapa Sih Anies Baca 'How Democracies Die' Pada Baper 

NS/RN/NET
Kenapa Sih Anies Baca 'How Democracies Die' Pada Baper 
Ilustrasi

RADAR NONSTOP - 'How Democracies Die' kini jadi populer. Anies Baswedan yang membaca buku itu menuai kontroversi. 

Banyak orang yang langsung berfikir ngeres lantaran isi buku itu soal demokrasi telah mati dan adanya opisisi. Pada Minggu (22/11) pagi, Anies Baswedan mengunggah foto dia memakai baju koko berwarna putih dan sarung berwarna coklat. 

Anies membaca buku berjudul 'How Democracies Die' sambil duduk menyilangkan kakinya, ia duduk di depan rak buku yang menjadi latar belakangnya.

BERITA TERKAIT :
Raffi Ahamd, Ahok Dan Para Artis Lolos Dari Bui?
Walikota Jakut Minta Warga Jangan Gelar Acara Yang Undang Kerumunan

Postingan tersebut diunggah pada Minggu (22/11) pagi dan telah mendapat respon disukai 44.454 orang per pukul 10.52 WIB. Serta mendapat 2 ribu lebih komentar dari netizen.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar postingan Gubernur Anies Baswedan membaca buku 'How Democracies Die' tidak perlu ditafsir berlebihan. Riza menilai seorang pemimpin biasa membaca buku dengan berbagai macam judul.

"Pak Anies dan banyak pemimpin lainnya biasa baca buku. Judulnya macam-macam. Mulai dari judul soal agama sampai seni budaya, jadi saya kira kita sikapi secara bijak. Nggak usah berlebihan," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020).

Menurut Riza membaca buku menjadi hal biasa. Sehingga, dia meminta jangan dianggap berlebihan sampai menjadi polemik.

"Artinya saya kira Pak Gubernur dan semua pemimpin membaca buku itu biasa. Sesuatu yang baik dengan berbagai judul. Jadi nggak usah ditafsirkan berlebihan," ucapnya.

Diketahui, banyak politisi bawa perasaan alias baper. Mereka memmbully Anies soal buku 'How Democracies Die'. Tapi, warganet banyak yang memuji Anies karena membaca buku adalah hal biasa.