Sabtu,  23 January 2021

Pelancong Mania Garuk Kepala Akibat Libur Natal Dan Tahun Baru Dipotong 

NS/RN
Pelancong Mania Garuk Kepala Akibat Libur Natal Dan Tahun Baru Dipotong 
Ilustrasi Pulau Belitung.

RADAR NONSTOP - Para pelancong mania atau penggemar wisata harus garuk kepala. Sebab, tiket yang sudah dipesan jauh-jauh hari terpaksa dibatalkan. 

Pembatalan karena pemerintah memutuskan memangkas libur akhir tahun 2020. "Kami sudah pesan tiket sejak Oktober 2020 biar murah. Kalau dipotong liburan gini ya bisa batal dah," ungkap Hirul, pelancong mania kepada wartawan Selasa (1/12) malam.

Dia mengaku, bersama 20 temannya dijadwalkan akan berlibur ke Pulau Belitung, Bangka Belitung. "Mau gak mau dah, batal tahun ini," keluhnya.

BERITA TERKAIT :
Yang Baru Balik Liburan Tahun Baru Sebaiknya Rapid Test 
Momentum Tahun Baru Tetap Fokus Kerja, PAN DKI Beri Apresiasi Tenaga Medis RSUD Tarakan

Diketahui, pemerintah memangkas libur akhir tahun dipangkas sebanyak 3 hari.

"Dengan demikian, maka secara teknis ada pengurangan libur dan cuti bersama ini sebanyak 3 hari, yaitu 28, 29, 30," kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020).

Keputusan ini kemudian akan diteken oleh 3 menteri. Para menteri itu berkaitan dengan urusan ASN hingga hari keagamaan.

"Setelah ini kesepakatan dan ditandatangani oleh 3 menteri, yaitu ada MenPAN-RB, Menaker, dan Menag," ujar dia.

Muhadjir sebelumnya berharap keputusan terkait pemangkasan libur akhir tahun ini tidak menimbulkan gaduh. Dia berharap keputusan tersebut dapat diterima banyak pihak.

"Mudah-mudahan keputusan nanti tidak menimbulkan kontroversi dan tidak gaduh, dan manfaatnya bisa diterima banyak pihak," Muhadjir saat media visit di gedung Transmedia, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (1/12) dalam siaran persnya.

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 mewanti-wanti pelaku usaha, termasuk masyarakat, untuk belajar dari pengalaman pada masa libur panjang periode sebelumnya di masa pandemi COVID-19.

Menurutnya, pada periode lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan HUT RI, dan juga libur panjang akhir Oktober dan awal November, kasus positif COVID-19 meningkat secara signifikan.

"Dari data yang kami peroleh, terdapat peningkatan kasus positif pascaliburan panjang tersebut," jelas juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Sabtu (28/11).